Usai Donor Darah, Songotelu ‘Nanggap’ Srimulat

Kemeriahan Reuni Perak Smalabaya Angkatan 93 SMA Negeri 5 Surabaya benar-benar terasa. Dalam rangkaian kegiatan di hari yang ketiga, Jumat, 9 Novermber 2018, digelar Donor Darah yang dilakukan bekerja sama dengan tim PMI Cabang Surabaya. Dilakukan di dalam van mobile milik PMI, donor darah diikuti 50 orang terdiri dari alumnus angkatan 93,  siswa aktif, para guru, karyawan dan masyarakat umum lainnya. “Kegiatan ini kami pilih karena sangat terasa dampaknya secara langsung untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan darah yang kadang stoknya menipis di PMI,” kata Liem Sonny Hindarto, ketua I reuni.

Sambil berdonor darah, rangkaian reuni itu juga dimeriahkan dengan kegiatan sport/olahraga berupa pertandingan basket persahabatan dan senam aerobik bersama.  Terasa benar jalinan keakraban semua pihak di acara itu. Ini menurut Liem sudah sesuai dengan tajuk reuni yaitu “Songotelu Sakduluran Saklawase.” “Diharapkan acara ini akan semakin mempererat tali persaudaraan sesama alumni khususnya angkatan 93 dengan berbagai keberagamannya serta memberikan imej positif pada dunia pendidikan bahwa masih banyak karya-karya positif yang dihasilkan oleh putra-putri alumnus Smalabaya di tengah-tengah maraknya issu SARA dan anarkis yang bermunculan,” katanya.

Menurut Sonny, “Kesatuan dan keberagaman” yang menjadi tag line khas acara memang sangat menyemangati seluruh rangkaian acara reuni sejak Minggu, 7 Oktober 2018 lalu. Pada Minggu, 7 dan 14 Oktober, semua menjalani pemeriksaan darah lengkap, GDA, asam urat, kolesterol, trigliserida, papsmear, BMD (pemeriksaan massa tulang). Juga ada seminar kesehatan yang melibatkan dokter-dokter umum maupun spesialis yang merupakan alumnus angkatan 93 SMA Negeri 5 Surabaya sendiri. Acara ini berjalan sukses dan mendapat respon positif, terutama oleh guru/karyawan yang memang sangat membutuhkan pengobatan dan pelayanan keesehatan pada usia-usia senja.

Kemeriahan terasa puncaknya besok pada Sabtu 10 November 2018 yang merupakan malam gathering yang diisi dengan berbagai acara hiburan/entertaint. Ada penampilan dance dari Smala Dance Crew, paduan suara Gita Smala yang sudah mendulang prestasi nasional dan internasional, Smala Band, band alumni reborn seperti Phisixtwo, Green Tea Band dan DJ Performance. Termasuk Lomba Memorabilia  antar kelas yang bertajuk “Kelaskoe Doloe.” Lomba ini cukup unik karena antarkelas menampilkan barang-barang langka dan bersejarah eks peninggalan alumnus sejak tahun 1993 yang masih ada hingga saat ini.

Yang juga ditunggu adalah bintang tamu utama di akhir acara, yaitu pertunjukan lawak Srimulat yang menghadirkan Tessy, Polo dan Tarzan. Menurut Liem, kehadiran tiga bintang Srimulat yang masih eksis itu untuk membuktikan bahwa pihaknya mendukung hiburan khas Suroboyo. “Ini sebagai bagian dari kepedulian angkatan 93 pada pelestarian budaya dan kesenian lokal asli Suroboyo. Untuk acara reuni, mereka sengaja kami tanggap karena sudah pasti bisa menghibur kami semua,” katanya.

Ditambahkan Rina Kurnia Handayani, humas reuni, semangat sesuai tag line itu juga tersirat dalam warna-warni logo Reuni Perak Smalabaya Angkatan 93 yang sangat meriah. Itu diwujudkan dengan pemberian tali asih bagi sekolah berupa bantuan sarana sekolah, yang diwujudkan dalam bentuk bantuan pengadaan kursi untuk ruang aula. Bantuan ini yang merupakan hasil sumbangan gotong royong dari alumnus 93, sebagai bentuk cinta kasih kita pada almamater SMA Negeri 5 Surabaya. Ada juga pemberian beasiswa bagi adik-adik kelas yang dinilai berprestasi namun memiliki keterbatasan kemampuan secara ekonomi.

Dengan adanya bantuan ini diharapkan mampu memberikan semangat pada mereka untuk tetap terus berprestasi mengharumkan nama almamater SMA Negeri 5 Surabaya. Pihaknya  berharap bahwa kegiatan pengabdian ini tak hanya berhenti di sini, namun terus akan berlanjut pada berbagai kegiatan-kegiatan positif lainnya baik dari angkatan 93 maupun dari angkatan-angkatan penerus Smalabaya selanjutnya. “Semoga kami bisa sakduluran saklawase, artinya bersaudara selamanya. Bravo Smalane, jayalah selalu!”, tandasnya. (naskah: Rina/foto: SMA Negeri 5 Surabaya/editor: HPY)