Undang Tamu Serumpun Saksikan Pesta Syukur

Nyobeng: Tradisi Suku Dayak Bidayuh (1)

iring2an-penduduk-kampung-menyambut-tamuSaya datang khusus ke Dusun Hliebo, Desa Sebujit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat untuk menyaksikan tradisi unik gawai ala Suku Dayak Bidayuh yang terkenal dengan sebutan Nyobeng. Gawai bagi Suku Dayak adalah budaya turun temurun dari leluhur yang merupakan perayaan syukur atas hasil panen yang berlimpah.

menyambut-tamu-negara-tetanggaRitualnya sendiri bermacam-macam, tergantung dari sub Suku Dayak yang mana. Beda padang beda belalang walaupun masih dalam satu kawasan. Nyobeng berasal dari kata nibakng yang merupakan ritual adat ucapan syukur atas panen berlimpah dan juga ritual memandikan kepala hasil ‘ngayau’ dulu.

Ngayau merupakan tradisi perang dan mengambil kepala musuh untuk dibawa pulang ke desa sebagai bukti kemenangan. Sesampai di kampung biasanya diadakan ritual penyambutan, setelah itu kepala disimpan di atas bambu yang ada di sebelah balug, rumah adat Sebujit.

Kemudian para pejuang akan memanjat bambu dengan posisi terbalik untuk menunjukkan kekuatan mereka. Setelah itu, kepala akan disimpan di kotak kayu. Kotak kayu disimpan di atas bumbung balug. Kepala ini di yakini menjadi penjaga kampung.

hiruk-pikuk-menyambut-tamuKarena itu kepala harus dimandikan dan diberi sesaji sebagai bentuk penghormatan setiap tahunnya. Nyobeng berlangsung selama tiga hari dan selalu dilaksanakan pada 15-17 Juni setiap tahunnya. Selama 3 hari itu digelar berbagai macam ritual yang diadakan. Lokasi pelaksanaan ritual adat ini dilakukan di rumah adat bernama balug.

Biasanya semua orang kampung dari mulai dari Sebujit atas, tengah dan daerah sekitar Bengkayang juga hadir. Semuanya bergembira dan menikmati acara ini. Tidak hanya dari Indonesia, Penduduk kampung Sebujit juga mengundang tamu serumpun dari Suku Dayak Bidayuh Bau, Pandang Pan, Sarawak Malaysia.

Kabarnya untuk mencapai desa ini, mereka harus berjalan kaki sekitar 5-6 jam. Yang menikmati tradisi ini bukan hanya turis lokal namun juga mancanegara, seprti turis Australia yang ikut bersama tamu dari Malaysia.tetua-adat-negara-tetangga

Selain Nyobeng, masih ada ritual lain yang tidak kalah menariknya seperti Nikmi, yaitu prosesi menikmati kuliner lokal berupa padi setengah tua. Caranya, padi tersebut diambil, kemudian ditumbuk hingga gepeng dan tidak boleh hancur, hanya sampai kulit padi terlepas.

Setelah itu padi dimakan dengan taburan kelapa parut dan juga serutan gula merah. Ritual ini dilakukan sebelum panen padi kira-kira di awal minggu bulan Maret atau tergantung masa panen.

pemuda-dayak-bidayuh-dari-malaysiaSelanjutnya ritual Ngi Kia atau ritual panen padi. Di mana pada masa pertama panen, masyarakat akan mendirikan sebuah pondok disuatu tempat didekat ladang untuk menyimpan padi sebelum dibawa pulang.

Para wanita Sebujit akan menggunakan baju yang paling indah dan menggendong padi seperti menggendong bayi. Padi dibawa perlahan-lahan dengan langkah kaki yang sangat rapat, tumit kiri harus bertemu ujung jari kaki kanan saat melangkah demikian sebaliknya.

Ini dilakukan terus hingga mencapai lumbung penyimpanan padi dirumah. Ritual ini dilakukan demi menjadi semangat padi agar tidak pergi dan hilang. (naskah dan foto: Dony Prayudi/editor: Heti Palestina Yunani)