Uji Nyali Terjun ke Sungai Oyo

Goa Pindul dan Sungai Oyo, Dua Pemikat Gunungkidul (2)

gua pindul (3) Selain menikmati Goa Pindul, di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, operator wisata di sini juga menawarkan paket wisata lain yang lebih murah bila diambil bersamaan dengan paket Goa Pindul.

Paket sambungan ini adalah rafting di Sungai Oyo. Cukup dengan Rp 80 ribu, pengunjung bisa menikmati Goa Pindul dan rafting Sungai Oyo. Berbeda dengan Goa Pindul, rafting Sungai Oyo ini mengajak pengunjung untuk menyusuri sungai yang diapit oleh batu-batu karst. Arus sungai di sini cukup tenang dengan kedalaman sungai sekitar 4–5 meter.

gua pindul (2)Pepohonan rindang di sepanjang sungai menjadi saringan udara bersih yang memberikan kelegaan tersendiri saat menghirupnya. Pengunjung menyusuri Sungai Oyo ini dengan menggunakan ban dan jaket pelampung seperti saat di Goa Pindul.

Di tengah-tengah menyusuri Sungai Oyo ada air terjun kecil yang bisa dijadikan tempat transit sekaligus uji nyali pengunjung. Ya, di tempat ini ada batu yang cukup tinggi di pinggir sungai dan biasanya pengunjung akan ditantang untuk terjun dari batu ini ke sungai.

Pengalaman saya saat melewati area ini antara penasaran dan takut, apalagi saya tidak jago berenang. Namun demi melihat keseruan pengunjung lainnya yang berlomba terjun ke sungai, akhirnya saya pun tergoda. Hasilnya tidak mengecewakan.

gua pindul (1)Terjunan pertama, saya melakukannya sendiri dan menikmati sensasi tenggelamnya diri ke air lalu menyembul ke permukaan kemudian menikmati siraman air terjun di tebing sebelahnya. Kali ke dua saya mencobanya dengan formasi lain. Bersama pengunjung lain yang juga sama-sama ingin mengulang terjun, kami mencoba terjun bersama atau tandem.

gua pindul (5)Cara ini biasa dilakukan untuk mendampingi teman yang masih takut terjun tapi rasa penasarannya besar. Untuk terjun dengan formasi tandem ini usahakan melompat dalam waktu yang bersamaan agar tidak ada yang terseret. Momen inilah yang sebenarnya saya takutkan, tapi setelah pasangan tandem saya bisa meyakinkan bahwa kami bisa terjun bersama.

Saya juga yakin dia bisa menolong andai terjadi apa-apa, dalam hitungan ketiga kami pun melompat bersama. Hasilnya? Lebih seru daripada melompat sendirian. Saat di dalam air pun usahakan tetap berpegangan karena ini membuat Anda merasa lebih aman dan bila terjadi apa-apa, pasangan tandem segera menyadari dan bisa menolong secepatnya.

Setelah melewati air terjun ini para pengunjung akan terus menyusuri sungai hingga ke tempat pemberhentian. Sebagian besar tetap di atas ban, namun sebagian yang lain memilih melanjutkan dengan berenang dan sesekali naik ke atas ban untuk istirahat lalu berenang lagi.

Di pemberhentian terakhir pengunjung akan dijemput mobil pengangkut untuk kembali ke lokasi operator wisata untuk mengembalikan semua perlengkapan dan mandi. Sayonara Goa Pindul dan Sungai Oyo. (teks: Wina Bojonegoro/foto: Wina Bojonegoro-Dyah Katarina/net/editor: Heti Palestina Yunani)