Tertambat di Taman Lotus

Membelah Keheningan  Danau Dal (2)

Shikara atau perahu yang saya pakai untuk mengelilingi Danau Dal itu menjadi nadi transportasi bagi penduduk Kota Sinagar, India. Mulai dari belanja, ke sekolah, pariwisata, pasar apung semua menggunakan Shikara. Mereka belajar mendayung perahu sejak usia dini. Kerap saya melihat beberapa anak, mendayung perahu dengan mudahnya.

Dengan membayar 400 Rupee atau sekitar Rp 80.000, saya bisa menikmati berkeliling Danau Dal di atas Shikara bak permaisuri. Parvez, pendayung Shikara kami menjelaskan. Untuk menyusuri setiap ujung danau seluas 35 km persegi itu dibutuhkan waktu hingga 12 jam lamanya.

Pada saya, Parveza menjelaskan bahwa hanya penduduk asli Kashmir lah yang bisa memiliki rumah perahu. Harga sebuah rumah perahu di atas danau terbesar ke dua di India ini bisa mencapai Rp 500 juta. Untuk menjaga ekosistem dan kebersihan danau, pemerintah tidak mengizinkan pembangunan rumah perahu baru.

Shikara melaju perlahan membelah denyut kehidupan sehari sehari penduduk Danau menuju Golden Lake. Danau dengan kedalaman sekitar 6 meter ini merupakan bagian dari Danau Dal. Di sini saya bisa menikmati permainan jet ski di atas danau.

Sesekali para penjual bunga, saffron, aksesoris, es krim, snack, jagung bakar, shawl merapatkan perahunya ke Shikara kami sambil menawarkan dagangannya. Menyenangkan! Golden Lake memang memberikan panorama keindahan yang menjadi ikon potret kecantikan Danau Dal.

Di sebelah kanan terserak lengkung perbukitan menghijau. Di depan, gugusan Pergunungan Himalaya dengan pepohonan pinus yang menjulang tinggi. Di sebelah kiri, jajaran rumah perahu dengan hiasan ukiran kayu. Bahkan, beberapa di antaranya memberikan nuansa gazebo penuh bunga. Ah ini sih paling cocok buat acara resepsi pernikahan.

Sedangkan di belakang, membentang gugusan Pergunungan Himalaya dengan puncak puncak saljunya. Parvez kemudian mengajak saya menuju Nehru Park, sebuah taman kecil yang berada di tengah Danau Dal. Melihat padatnya pengunjung taman hari itu, saya putuskan untuk memutari taman dan beranjak menuju perkebunan.

Danau Dal yang membeku ketika musim dingin ini uniknya juga memiliki perkebunan di tengahnya. Saya sempat terheran melihat perkebunan hijau di tengah danau. Kebun yang menghasilkan sayur mayur dan buah buahan ini memang ada sejak dahulu. Hasil panennya dijual di pasar terapung di pagi hari.

Selain perkebunan, juga terdapat taman bunga lotus. Saya tertambat di sana sejenak. Sayang, ketika saya berkunjung ke tempat ini bunga lotus belum bermekaran. Biasanya hamparan bunga lotus akan mengapung dan menghiasi Danau Dal di bulan Juli dan Agustus. (naskah dan foto: Attini Zulfayah/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)