Terlena Eiffel, Awas Copet di Paris

Setiap tahun lebih dari 70 juta wisatawan mengunjungi Paris, Prancis. Maklum, kota ini memang kota dunia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Banyak alasan kenapa orang tertarik ke Paris. Setidaknya dalam film-film produksi Hollywood, Paris menarik karena digambarkan sebagai kota romantis dengan orang-orang berbudaya tinggi dan penuh aturan bertingkah laku (manner).

Alasan lainnya bisa karena ingin belajar Bahasa. Keindahan arsitektur kota ini juga alasan besar seperti Notre Dome, menara Eiffel yang membuat lena. Belum termasuk tempat-tempat bersejarah, keunikan budayanya, dunia mode, atau sekadar berwisata kuliner. Semua itu bikin kita excited. Tapi please don’t get over excited.

Selain semua yang menarik di atas, ada hal penting yang harus diwaspadai jikalau Anda wisatawan di sana, copet! Iya, copet. Saat ini kunjungan wisata menumbuh-kembangkan industri pariwisata Prancis. Banyak pihak yang tergantung hidupnya dari wisata Prancis mulai industri perhotelan, restoran, tour-guide, dan copet.

Ingat, di Paris pun ada copet. Jangan kira, copet bukan bagian yang dikenal di antara kemegahan industri pariwisata Paris. Bahkan diakui atau tidak, ada sejumlah individu yang hidup dari pekerjaan mencopet para turis yang lengah. Otoritas Paris memahami ini. Untuk memperingatkan wisatawan tentang ancaman ini, Paris serius melakukannya.

Amati saja, setiap Anda naik Metro (sistem kereta bawah tanah Prancis), terdengar pengumuman peringatan. Itu tersiar untuk penumpang dari waktu ke waktu. Isinya waspadalah dengan barang berharga Anda. Peringatan itu disampaikan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris. Bahasa lainnya; ‘awas copet’.

MenaraEiffelMengenali Copet

  1. Copet beraksi di tempat-tempat di mana banyak turis sedang berkumpul menikmati Paris. Waspadalah bila berada di dalam Metro atau bus dalam kondisi berdesak-desakan. Waspadai pula tempat-tempat di keramaian seperti Notre Dome, Les Champs-Elysees, dan tentu saja di seputar Menara Eiffel.
  2. Copet biasanya beraksi dalam kelompok, ada yang bertugas sebagai pencopet ada yang bertugas mengalihkan perhatian. Alert kalau ada sekelompok orang (umumnya muda, remaja, dan bisa laki atau perempuan) mulai mepet-mepet.
  3. Para copet itu bisa berlagak dan berpakaian rapi atau seperti turis, karyawan, atau remaja biasa. You will never guess, a well dress young man in front of you is actually a pick pocket.

Menghindari Copet

  1. Tidak bawa uang kontan dalam jumlah banyak. Turis asal Asia sering jadi target copet karena mereka suka membawa uang kontan. Ini masalah budaya. Maka sebaiknya bawalah uang kontan secukupnya atau lebih baik gunakan kartu kredit.
  1. Tinggalkan paspor di safety box di hotel atau resepsionis. Paspor dan barang berharga sebaiknya tidak usah dibawa. Tinggalkan di safety box di kamar hotel. Hotel yang tidak memiliki safety box di dalam kamar biasanya memiliki safety box di dekat resepsionis. Tanyakan kepada petugas hotel letak safety box. Cukup membawa foto kopi paspor sebagai tanda pengenal.
  1. Dompet dimasukkan ke dalam baju. Sejumlah turis menghindari copet dengan membeli dompet bertali. Mereka menggantungkan talinya di leher dan dompetnya sebagai mata kalung. Ini salah satu alternatif, hanya berlaku kalau dompetnya isinya tidak berat.

Bagaimana Jika Kecopetan?

Inibagian yang tidak perlu dilakukan kalau pembaca mengikuti tips di atas. Namun kadang kala malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Bila jadi korban copet, segera lakukan hal-hal berikut:

  1. Telpon bank penerbit kartu kredit dan blokir agar kartu kreditnya tidak digunakan orang lain. Untuk ini, ada baiknya nomor telpon bank penerbit kartu kredit dicatat terpisah di tempat lain.
  2. Laporkan kehilangan/kecopetan ini kepada pos polisi terdekat. Biasanya pos polisi Paris di tempat wisata mempunyai petugas polisi yang berkemampuan bahasa Inggris.
  3. Bila yang termasuk hilang adalah paspor, segeralah ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kedutaan nantinya akan membuat surat perjalanan laksana paspor (SPLP) sebagai dokumen perjalanan one way kembali ke Indonesia. Diperlukan pas foto untuk dokumen perjalanan ini, jadi bawalah beberapa lembar pas foto diri. Ada baiknya juga, sebelum berangkat cari tahu dan catat alamat KBRI di negara setempat dengan nomor teleponnya.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk men-discourage Anda untuk datang ke Paris. Justru sebaliknya, dengan persiapan yang matang, termasuk dengan mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi akan lebih menjamin perjalanan wisata Anda di Paris tidak akan terlupakan. Selamat berwisata dan waspada. Bon voyage. (naskah: Mat Karto/petualang, tinggal di Paris/matkarto@yahoo.com/foto: net/Heti Palestina Yunani)