Terjebak Keindahan Desa Cesky Krumlov

cesky (4)Setelah melakukan beberapa perjalanan ke negara-negara Eropa, ternyata ketertarikan terbesar saya justru jatuh pada desa-desa di sana. Kalau menurut saya sih itu kota, tapi penduduk setempat menyebutnya desa. Kota eh desa pertama di Eropa yang membuat saya tertarik itu adalah Cesky Krumlov (baca: Ceske Krumlov).

Letak desa ini di Ceko. Kita dapat menjangkaunya sekitar 3 jam dari Praha maupun dari Vienna. Mengapa saya tertarik dengan Cesky Krumlov? Alasan terbesarnya ya karena desa ini ada dalam Unesco World Heritage List. Itulah mengapa Cesky Krumlov menjadi kawasan yang dilindungi dan dilestarikan oleh badan dunia PBB itu.

Sebagai desa kecil, Cesky Crumlov berada di lembah. Tipikal ini berbeda dengan kota-kota lainnya di Eropa. Di sini, kerusakan akibat Perang Dunia II terjadi di sedikit aera. Itulah kenapa saya paham kala begitu menginjak jalanan Cesky Krumlov, pengendara shuttle berkata; ‘this is your stop.’

Ternyata, itu karena kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk ke area pusat desa, kecuali ambulan dan kendaraan polisi. Besar kemungkinan pemerintah Cesky Krumlov ingin melestarikan jalan jalan tradisional dari yang terbuat dari batu.

Tak apalah meski saya lelah juga menarik dan menggendong ransel yang tidak seberapa itu, di atas jalan bebatuan. Anggap saja ini karena kelemahan saya membaca peta sebelum ke sini. Dan, memaksa saya berolahraga sore hari lebih panjang.

Apalagi status saya kan solo traveler, jadi harus lebih mandiri dong. Karena itu, selain menikmati perjalanan di injakan pertama desa itu, saya juga niatkan untuk menikmati rasanya tinggal di hostel, bukan hotel. Selain murah, kita bisa berkenalan dengan traveler dari negara lain sesama penghuni hostel.

cesky (3)Rata-rata pelancong memilih menggunakan hostel di Cesky Krumlov karena memang tidak banyak hotel di desa ini. Bila ingin inap di hotel yang besar, kita harus memesan akomodasi dulu di luar area desa. Tapi bagi saya, tinggal di dalam area desa justru banyak kelebihan. Paling tidak, kita merasakan sebentar jadi penduduk desa.

Seperti layaknya desa, Cesky Krumlov tidak terlalu besar. Tapi sangatlah cantik dan damai. Bangunan rata-rata didirikan dengan perpaduan gaya Bohemian beratap unik. Ada pohon-pohon teduh, deretan toko souvenir dan kafe-kafe alfresco. Semua itu terbentang, dalam pelukan aliran Sungai Vlata yang jernih.

Saking kecilnya, tidak lebih dari dua jam, bila kita ingin menagivasikan desa ini. Termasuk jika ingin mengetahui arah kastil dan bangunan-bangunan yang menjadi pusat daya tarik Cesky Krumlov. Saya bahkan sempat berkeliling ditemani Javier, seorang teman dari Argentina yang saya kenal di hostel.

Kami berdua menuju Gereja St Vitus bergaya gothic. Kami juga mengunjungi teras kota, di mana bisa terlihat lanskap area desa dengan lebih lapang. Perjalanan kami berlanjut menuju kastil. Dalam perjalanan, kami melewati alun-alun kota yang tidak terlalu besar. Jika pagi hari, area ini tertutup untuk semua kegiatan.

Setelah dibuka untuk umum, kamiberuntung melihat sebuah aksi. Ada kendaraan masa Perang Dunia II lengkap dengan orang-orang berpakaian angkatan bersenjata era perang. Rombongan mengibarkan bendera Amerika Serikat dan Ceko. Ternyata hari itu, 8 Mei, adalah hari libur nasional di seluruh negara Eropa. Hari di mana dirayakan berakhirnya Perang Dunia II. Kebetulan sekali bukan?

Semakin siang, semakin banyak turis di lokasi peringatan. Mereka yang tidak tinggal di dalam Cesky Krumlov, mulai berdatangan dengan bus wisata, sehingga suasana menjadi lebih ramai. Sambil menikmati keramaian, cobalah mampir ke kedai-kedai yang menjual es krim berbahan susu (gelato) maupun es krim dengan buah buah natural yang dijual seharga CK 150, di sepanjang jalan.

cesky (1)Atau terus berjalan memasuki area kastil.  Cukup mudah menemukannya, kok. Kami disambut oleh sebuah bangunan dengan gerbang besi berhalaman luas dan rindang. Untuk memasuki area kastil, kami harus melewati jembatan kecil yang di dalam celahnya tinggal dua beruang yang dipelihara kastil.

Kastil Cesky Krumlov merupakan area dengan perpaduan gaya Baroque dan Renessaince. Kastil ini sering menjadi persinggahan keluarga kerajaan di masanya. Saya memutuskan tidak memasuki kastil karena biayanya tidak sedikit, CK 250 untuk kastil dan CK 300 untuk teater.

Tetapi saya tak kecewa karena pemandangan dari kastil ke lembah yang sangat cantik itu cukup dinikmati tanpa ongkos. Di beberapa balkon yang dibuka untuk para pelancong, saya bisa puas mengabadikan keindahan desa kecil ini.

Lebih-lebih di belakang kastil ada sebuah taman cantik yang bisa dinikmati gratis. Jika berkunjung di  musim semi, maka bunga-bunga di sini akan lebih berwarna-warni bermekaran sepertinya layaknya mozaik. Tapi saat itu pun, semua terlihat cantik di mata saya.

Bagi saya, itu adalah tempat sempurna serasa menjebak saya dalam keindahan. Saya melepas lelah di kursi-kursi taman yang dikelilingi bunga dan suara burung yang bebas terbang. Bagi pecinta kegiatan luar ruangan, lakukan rafting dan canoeing di Sungai Vlata, sungai yang lajunya membelah Kota Praha yang ternama itu.

Tetapi sayang, di kota selanjutnya telah menunggu saya datang. Hanya itu satu-satunya alasan yang membuat saya harus meninggalkan Cesky Krumlov siang itu. Dengan berat hati, setelah makan siang di salah satu kafe menghadap Sungai Vlata yang mengalir tenang, saya pun say good bye.

Tips menjelajahi Cesky Krumlov:

  1. Cesky Krumlov, lebih mudah dijangkau dari Salzburg apabila Anda berada di Austria.
  2. Kalau memilih perjalanan dari Vienna menggunakan shuttle bisa jatuh lebih mudah, murah dan singkat dibandingkan dengan kereta. Biaya shuttle sebesar Euro 30, dapat dipesan melalui website. Pelancong akan diminta berkumpul di Wienbanhhof menuju hotel. Kalau memakai jemputan dari hotel, ada biaya tambahan.
  3. Berbeda dengan kota-kota metropolis di Eropa, transportasi di kota-kota Eropa Timur, sering kali mengalami keterlambatan atau terhambat dengan perbaikan rel (kereta api) dan jalan (bus). Bersiaplah untuk perubahan rencana.
  4. Menjelajahi Eropa Timur yang mata uangnya susah ditemui di Indonesia, lebih murah bila kita menggunakan fasilitas ATM, tanyakan apakah ATM Anda memiliki layanan ini. Pastikan Anda telah menghitung cermat perkiraan pengeluaran Anda, karena menarik uang di ATM setempat dengan jumlah kecil berbeda nilai tukar bila Anda mengambil dalam jumlah banyak. (naskah dan foto: Wike Trisnandhini/Heti Palestina Yunani)