Menghampiri Lumba-lumba di Teluk Kiluan (2)

Sampai di Desa Kilauan Negeri, keseruan mulai terasa. Tapi ingat, dari awal camkanlah untuk tak kecewa kalau tidak ada sinyal. Tapi kami toh tetap kecewa tentu saja, hahaha. Sebab hasrat eksis di media sosial terpaksa harus ditahan. Setelah foto-foto dan berenang di laguna, kami kembali ke desa untuk persiapan menyeberang ke Kiluan. Jangan membayangkan perahu besar untuk menyeberang. Perahu yang kami tumpangi adalah perahu jukung dengan luas seukuran badan dan mesin yang berisik di bagian depan. Setelah 15 menit perjalanan, terlihatlah deretan pohon kelapa yang seakan melambai memanggil kami. Yaaaaaay! Kiluan!!!

Begitu sampai di pulau, kami segera menuju rumah panggung yang sudah disiapkan. Kami berempat menempati satu kamar dengan satu tempat tidur besar. Bagaimanapun ini adalah surga, mengingat seharian di elf tidak bisa merebahkan badan. Untuk beberapa teman yang tidak dapat kamar, pengurus pulau menyediakan tenda dan sleeping bag. Air bersih, kamar mandi, dan listrik tidak perlu dirisaukan karena pulau ini memiliki genset listrik sendiri meski supply terbatas. Untuk makanan, sudah disediakan oleh pengurus rumah panggung. Pokoknya jangan membayangkan kamar dan makanan yang fancy selama di pulau.

photo 2Selesai makan malam, kami segera beristirahat karena besok paginya kami sudah harus siap jam 6 untuk melihat lumba-lumba. Pagi itu, kami kembali naik perahu jukung, kali ini jarak yang ditempuh lumayan jauh dengan ombak yang lumayan bikin deg-degan, ditambah di tengah-tengah perjalananan, di laut luas, mesin perahu jukung kami mati. Duh, saat itu kami cuma bisa berdoa agar mesin perahu bisa kembali normal. Untung doa kali ini segera terkabul. Perjalanan dilanjutkan dan sampailah kami ke spot dimana lumba-lumba berkumpul.

Saking noraknya melihat lumba-lumba, kami dengan pede berteriak ‘Willy Willy’. Setelahnya barulah kami sadar kalau Willy di film ‘Free Willy’ Willy sesungguhnya adalah paus bukan lumba-lumba, hahaha. Setelah puas, kembalilah kami ke pulau dan bersiap-siap pulang. Bagi saya, perjalanan ke Teluk Kiluan adalah sebuah petualangan seru walaupun hanya hanya 1 hari 1 malam. Dan satu pelajaran penting yang didapat, saat pulang dan menyeberang, kami sudah tahu untuk segera ambil posisi paling enak di kapal; di ujung ruangan, menyewa tikar, lalu merebahkan badan. (naskah&foto: Juli Kristina/hpy)