Teater Keliling Gelorakan Spirit Kemerdekaan

UMengingatkan generasi muda akan pentingnya menghargai perjuangan pahlawan kemerdekaan diwujudkan oleh Teater Keliling dari Jakarta dalam pentas Sang Saka semalam (Minggu, 6 Agustus 2017). Nuansa perjuangan kemerdekaan sudah terasa sejak kemunculan tokoh veteran yang diperankan Rudolf Puspa yang juga sutradara lakon ini bersama putrinya Dolfry Inda Suri. Rudolf, pendiri Teater Keliling sejak 1973, memerankan veteran mengeluhkan tentang kondisi negara yang kian jauh dari spirit perjuangan.

UHingga 90 menit durasi pertunjukan Sang Saka yang ditulis Dolfry mengolah semangat kemerdekaan yang mulai menipis di kalangan anak muda. Meski menyajikan cerita yang dalam tentang cinta negeri, Sang Saka dituturkan dalam gaya anak muda. Maklum 21 pemain yang diusung Teater Keliling itu banyak menyertakan anak muda mulai pelajar SMA dan mahasiswa.

Bahkan turut serta pemain balita yang madih cucu Rudolf atau putri Dolfry yaitu Alexandria Kahagani yang masih betusia 3 tahun. Sang Saka mengisahkan pertemuan tiga orang sahabat. Mereka lalu berpetualang mencari harta karun yang sedang menjadi ulasan paling atas di dunia maya. Dalam perjalanan perburuan harta ini terbukalah rahasia dari setiap diri mereka dan menjawab penyebab mengapa mereka menjadi pemuda-pemuda bangsa yang lupa diri dan memupuskan rasa cintanya terhadap negeri.

UMereka akhirnya berhasil menemukan harta karun. Akan tetapi, harta karun tersebut bukan yang mereka bayangkan. Harta itu menuntun mereka ke sebuah dimensi detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan cerita itu Sang Saka ingin membuka kembali mata dan hati para pemuda akan pentingnya peran mereka dalam membentuk bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang benar-benar merdeka.

Kisahnya sangat cocok disajikan menjelang HUT RI ke-72 yang mendorong generasi muda untuk tidak melupakan sejarah, dan menginspirasi penonton mengisi kemerdekaan. Seperti ciri Teater Keliling yang pernah meraih MURI untuk selalu pentas keliling ke luar negeri dan nusantara, Sang Saka yang dipersembahkan Taman Budaya Jatim dan Yayasan Teater Keliling langsung dilanjutkan ke Malang pada 7 Agustus Bali 10 Agustus Makassar 13 Agustus dan terakhir di Lampung 15 Agustus. (naskah dan foto: HPY/editor: Heti Palestina Yunani)