Sunset Ile Api Usai Badai

Oh Lembata; Pulau Pemburu di Lautan (1)

Berkeliling Pulau Flores adalah satu kesempatan yang datang tidak setiap saat. Selain harus meluangkan lebih banyak waktu, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Mulai musim hujan dan kekuatiran akan ombak tinggi dan awan gelap adalah satu kendala.

Selain landscape indah, Flores terkenal akan wisata laut dan pantai yang menakjubkan. Hanya mendapatkan sunrise, sunset, bahkan cuma bersantai di pantai atau menikmati tradisi lokal, Anda sudah meraih salah satu yang menjadi daya tarik pulau ini.

Dan kali ini, Sang Matahari berpihak kepada saya. Hampir di seluruh perjalanan selama dua minggu ini, saya hanya beberapa kali saja bertemu dengan hujan. Cuaca juga sangatlah bersahabat. Langit menyapa indah dengan menunjukkan warna biru jernih tanpa awan.

lembata 3Laut pun tenang membiarkan ombak bergoyang lembut menggerakkan kapal yang saya tumpangi. Tapi tidak untuk perjalanan saya ke pulau yang akan saya ceritakan berikut ini. Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan saya ke Pulau Lembata, Flores Timur.

Sebuah pulau yang unik yang dikelilingi oleh beberapa gunung berapi baik di pulau utama maupun yang seolah-olah muncul dari dalam lautan. Setelah perjalanan darat selama 4 jam dari Maumere saya disuguhi pemandangan menakjubkan di sepanjang jalan menuju Larantuka.

Setelah dilanjutkan dengan 1 jam kapal dari Larantuka ke Pulau Lembata, sampailah saya di Lewoleba, desa utama di Pulau Lembata. Gerimis kecil menyambut saya di pelabuhan. Syahdu. Di sana, seorang teman sudah menunggu saya untuk langsung menuju kapal kayu.

Kapal itulah yang mengantarkan kami ke snorkelling spot. Sedikit agak ragu dengan cuaca yang mendung, tetapi godaan pemandangan di bawah laut terlalu kuat untuk  dikesampingkan. Benar saja, hujan sore itu sangat lebat, angin kencang membuat gelombang  tinggi di laut dan mengguncang kapal kayu yang kami tumpangi.

Satu jam lebih kami terombang ambing dalam hujan angin. Meskipun begitu saya masih bisa duduk dengan menikmati kopi panas dan pisang goreng yang disediakan hehehe. Sesampainya di snorkelling spot, hujan reda begitu saja. Matahari sore mulai tampak di balik awan. Seolah mengatakan bahwa kami sudah lulus tes melewati badai kecil sore itu.

lembata 1Tak terasa sudah satu jam lebih kami ada di dalam air menikmati pemandangan coral yang indah dan ikan-ikan cantik. Seperti mendapatkan reward atas perjalanan melalui badai sore ini, kami menikmati sunset sangat indah dengan background Gunung Ile Ape dan langit berwarna kuning api pada perjalanan pulang ke Lewoleba. (naskah dan foto: Monique Aditya/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)