Stalagtit Bercahaya di Keremangan Gua Pindul

Goa Pindul dan Sungai Oyo, Dua Pemikat Gunungkidul (1)

gua pindul (7) Bermain air dan membiarkannya membasahi tubuh bisa memberikan rasa rileks untuk melepas penat, apalagi bila melakukannya di alam terbuka. Kita bisa menikmati udara bersih sembari merasakan air dan menikmati pemandangan asri serta melihat stalaktit yang masih aktif hingga sekarang.

Kenikmatan seperti inilah yang ditawarkan Goa Pindul. Anda bisa menikmati ‘surga tersembunyi sepanjang hampir 500 meter di goa yang terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta ini.

gua pindul (1) Goa Pindul memiliki gugusan stalagtit terbesar yang keempat di dunia, dan konon tetesan air dari stalagtit yang berada di tengah goa dipercaya mampu membuat awet muda bagi siapa pun yang terkena tetesan airnya. Inilah daya tarik sebenarnya dari Goa Pindul.

Menyusuri sungai kecil yang mengalir di sepanjang Goa Pindul, kita akan menggunakan alat bantu berupa ban yang diberi tali bersilang untuk menopang badan. Sementara di kedua sisi ban akan diberikan tali pendek yang fungsinya sebagai alat pegangan. Pengunjung akan naik ke atas ban, dan untuk menjaga keseimbangan, setiap pengunjung saling memegang tali yang ada di kedua sisi ban mereka.

Tak perlu kuaatir tenggelam, karena setiap pengunjung disediakan jaket pelampung. Selain itu, selama Anda menyusuri Goa Pindul ada pendamping para pemandu yang memiliki jam terbang tinggi. Para pemandu ini bukan hanya bertindak sebagai guide dengan menceritakan tentang sejarah dan daya tarik Goa Pindul, tapi mereka juga berperan sebagai motor yang  mendorong ban-ban pengunjung agar bisa berjalan hingga ke ujung.

gua pindul (8)Sebenarnya bisa saja para pemandu ini tidak perlu mendorong ban-ban Anda karena akan tetap terhanyut oleh arus sungai, meskipun kecil. Namun mengingat antrean yang panjang, agar lalu-lintas ban ini lancar di sepanjang sungai diperlukan dorongan tambahan dari pemandu sehingga pengunjung tidak menumpuk di belakang.

Ketika memasuki Goa Pindul, Anda akan bertemu tiga area, yaitu area terang, remang-remang, dan gelap. Di sinilah banyak tumbuh batu stalagtit dan masih aktif hingga sekarang. Batu-batu yang menjuntai akan terus tumbuh ke bawah selama masih ada air yang menetes darinya. Sekilas, batu-batu ini seperti batu putih biasa yang meneteskan air, tapi kalau kita perhatikan lebih detail batu-batu stalagtit terlihat bercahaya dan saat dipegang rasanya dingin.

Di area terang batu stalagtit tidak tumbuh terlalu banyak dan lebih pendek, sedangkan di area remang-remang lebih banyak dan lebih panjang karena tempat ini lebih sedikit menerima sinar matahari, sehingga kelembabannya semakin tinggi. Begitu juga untuk area yang tidak bisa ditembus matahari. Area ini disebut area gelap dengan hawa lebih dingin dibanding area sebelumnya.

gua pindul (6)Stalagtit di sini lebih panjang dan banyak meneteskan air karena kelembabannya yang lebih tinggi. Saat memasuki area remang-remang dan area gelap kita bisa menemukan kelelawar yang tinggal berkelompok di langit-langit goa. Makhluk malam ini memang lebih menyukai area yang lembab sebagai tempat hidupnya.

Rata-rata kelelawar yang ada di sini menjadikan serangga sebagai makanannya sehari-hari. Di tengah-tengah area gelap ada satu batu stalagtit yang konon, siapapun bila terkena tetesan airnya akan awet muda. Untuk bisa menikmati sensasi Goa Pindul, kita bisa menggunakan operator wisata yang ada di sana.

Dengan harga tiket 45 ribu per orang, Anda bisa menikmati keindahan stalaktit yang ada di dalamnya. Harga ini sudah termasuk jaket pelampung, ban karet, sepatu karet dan jasa pemandu. Tempat ini juga aman untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun. (teks dan foto: Wina Bojonegoro-net/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)