Sketser Semarang Bagi Ilmu pada Siswa SMP

sketsa-5Sekitar 70 siswa SMP Karang Turi Semarang Sabtu (15 Oktober) pagi berkumpul di Taman Srigunting Semarang untuk melakukan kegiatan ruangan bersama Semarang Sketchwalk (SSW). Dengan bimbingan sejumlah perupa sketsa yang tergabung dalam SSW para pelajar ini melakukan pembelajaran luar ruangan. Dengan praktik langsung di lokasi.sketsa-4

Ahmad Sumindar selaku pembimbing senirupa di SMP Karangturi mengungkapkan bahwa kegiatan belajar pada prinsipnya tidak harus selalu berada di dalam ruang kelas. Dapat langsung mengenal sumber pembelajaran merupakan salah satu cara baik untuk membuat siswa lebih memahami apa yang diajarkan.

“Bertemu dan mendapat pengalaman langsung dari ahlinya merupakan pengalaman tidak ternilai untuk para siswa. Jangan sampai pembelajaran terbatas pada tembok-tembok ruang kelas,” jelas Ahmad.

Para perupa sketsa dari SSW yang menjadi mentor para siswa tersebut tentu saja menyambut gembira antusiasme para siswa dan guru dari SMP Karangturi untuk melakukan sketchwalk atau kegiatan sketsa luar ruangan. Komunitas yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu ini memang memiliki misi untuk menebarkan virus sketching (kegiatan sketsa) pada seluruh lapisan masyarakat, baik usia maupun pekerjaan.

sketsa-6sketsa-1Tatas Sehono dari SSW, saat pembukaan acara mengungkapkan bahwa sketsa sesungguhnya bukan monopoli para pelukis ataupun perupa profesional. “Siapapun dapat melakukan sketching, tidak terbatas usia ataupun pekerjaan. Bahkan ada yang berusia belasan tahun namun karena melakukan secara serius sehingga hasilnya luar biasa bagus.” Imbuhnya.

sketsa-7“Sketser memiliki perilaku unik, di manapun berada akan secara spontan menggores pena untuk mengabadikan suasana di sekitar ataupun benda yang disukainya. Persis sama seperti fotografer hanya saja dengan media alat gambar” timpal Yudi Mahaswanto, salah satu sketser yang tergabung dalam SSW.

sketsa-3Ia menambahkan, SSW kerap juga diminta oleh pemilik bangunan atau sebuah event agar datang ke lokasi untuk mengabadikan bangunan ataupun acara dalam sketsa. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti begitu saja, kegemaran sketsa dapat menyebar lebih luas di masyarakat.

Ia berharap sekolah-sekolah lain pun mengikuti jejak Sekolah Karangturi. “Karena menanamkan dan melatih kegiatan yang positif sejak dini sangatlah bermanfaat bagi masa epan seseorang” pungkasnya. (naskah: Asrida Ulinnuha/foto: Suwito Wito/editor: Heti Palestina Yunani)