SJARIKAT POESAKA SOERABAIA; Merawat Sejarah, Melawan Lupa

Sebuah kota tanpa bangunan bersejarah  bagaikan sebuah buku tanpa aksara. Kosong, hampa! Bangunan itu bukan hanya berperan menyimpan sejarah, melainkan catatan peristiwa dan beragam kisah yang menyertainya. Beberapa negara maju (seperti negeri-negeri Eropa) sangat peduli pada pelestarian sejarah kotanya. Sebagai sebuah kota besar, Surabaya sepantasnya memiliki kepedulian yang sama terhadap pelestarian bangunan bersejarah.

Alasan inilah yang melatarbelakangi dibentuknya Sjarikat Poesaka Soerabaia (Surabaya Heritage Society) pada 25 November 2010. Acara ini pun menjadi puncak pameran post-card kuno yang bertajuk “Wadjah Lama Soerabaia 1890-1940” oleh Said Basymeleh, bekerja sama dengan Surabaya Heritage dan Wismilak. Acara yang diadakan untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November itu dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul.

Para pendiri Surabaya Heritage memang kini sibuk dengan aktivitas masing-masing. Begitu didirikan pada Mei 2007, tiga bulan kemudian Timoticin Kwanda (founder) pun disibukkan dengan pendidikan doktoralnya di National University of Singapore. Sementara Nanang Purwono berkutat dengan program-program di  stasiun televisi lokal JTV. Begitu pula Aditya Nugraha dengan Surabaya Memory-nya dan Agoes Tinus Lis Indrianto.

Namun, hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat. Bahkan, program-program semakin dipacu agar masyarakat menyadari dan ikut serta melestarikan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Surabaya. Program yang paling fenomenal adalah “Tahun Penghargaan 100 Pusaka Surabaya”. Selama setahun, Surabaya Heritage bersama Kelompok Pekerja Seni Pecinta Sejarah memberi penghargaan kepada pribadi, yayasan dan organisasi peduli kepada bangunan-bangunan bersejarah di Surabaya.

Acara penganugerahan itu menjadi istimewa, karena dihadiri oleh Konsulat Amerika, Claryn McLalen, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya. Juga hadir Konsulat Perancis, Herve Mascaro, yang sekaligus menerima penghargaan.

Hingga saat ini, sudah banyak hal yang dilakukan oleh SPS dalam menjaga kelestarian bangunan bersejarah di Surabaya. Antara lain, survei kampung sebagai wisata jalan-jalan bersama Emile Luishuis, mempersiapkan film dokumenter “Surabaya The hidden treasure” bersama Fullmoon Foundation Netherland, hingga memberikan penghargaan kepada insan pers sejak lima tahun lalu. Oleh harian Jawa Pos, Freddy H Istanto bahkan dinobatkan sebagai “The Real Chairman of Surabaya Heritage”, karena perannya yang menonjol pada kota Surabaya selama tahun 2008.

Ke depan, masih banyak hal yang akan dilakukan oleh SPS sebagai bentuk komitmen mereka untuk menjaga keutuhan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam cagar-cagar budaya tersebut. mereka tidak rela jika sejarah tenggelam begitu saja, bersama lupa yang semakin menggerogoti kepala masyrakat modern saat ini.