Serasa Pre Wedding Ala Eropa di Air Taman Karangasem

taman ujung (1)Ingin pergi ke tempat yang lebih tenang, dan mempunyai sejarah penting dalam perkembangan wilayah Bali dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya? Taman Soekasada, atau lebih dikenal dengan Istana Air Taman Ujung di daerah Karangasem, Bali, barangkali pilihan tepat. Taman Soekasada, atau biasanya lebih dikenal dengan Taman Ujung Karangasem berada sekitar 15 kilometer arah selatan dari tempat wisata Candidasa.

Tepatnya di area pantai Desa Tumubu, Kabupaten Karangasem yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Denpasar. Jka lalu lintas lumayan lancar, kita bisa sampai di sana sekitar 2-3 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat, atau 1,5 -2  jam dengan motor. Agak susah untuk pergi menggunakan transportasi umum, jadi lebih mudah kita bisa menyewa motor saja.

Selain murah dengan hanya merogoh kocek Rp 50 ribu untuk satu hari penuh, kita juga menghindari macet. Sampai di sana, tiket masuk cukup dibeli dengan murah, Rp 5 ribu saja. Oh ya untuk yang membawa kamera DSLR terkadang suka diminta biaya tambahan sebesar Rp 50 ribu. Jadi, kalau begitu bawalah kamera poket  karena tanpa biaya.

Sesuai dengan namanya yaitu Istana Air, taman yang awalnya dibangun tahun taman ujung (5)1919 pada masa pemerintahan Raja Karangasem, yaitu I Gusti Ketut Jelantik ini mempunyai tiga kolam besar dan luas. Di tengah kolam pertama paling utara terdapat bangunan utama yaitu Bale Gili yang merupakan tempat raja beserta keluarganya beristirahat.

Kolam itu terdiri dari beberapa ruangan seperti ruang tidur, ruang keluarga dan ruang masuk utama untuk menerima tamu. Tempat ini berada di ujung jembatan yang menyambungkan gapura pintu masuk di tepi kolam dengan baungunan utama. Di sebelah barat ada bangunan bundar yang disebut Bale Bunder dan sebelahnya lagi bangunan persegi empat bernama Bale Lunjuk.

Semuanya digunakan untuk menikmati panorama di sekitarnya. Pada kolam dua ada bangunan bernama Bale Kambang yang dulu fungsinya adalah untuk menjamu para tamu kerajaan. Dan kolam ke tiga dinamakan kolam Dirah. Kolam ini merupakan kolam pertama yang dibangun sang raja. Fungsi taman ini utamanya untuk tempat istirahat raja dan keluarganya.

taman ujung (3)Selain itu juga untuk mengadakan jamuan dan pesta jika ada tamu-tamu kerajaan maupun kepala pemerintahan negara asing yang datang menemui sang raja. Gaya arsitektur bangunan taman ini merupakan percampuran bangunan Bali dengan pengaruh arsitektur gaya Eropa yang terlihat kental.

Lihat saja pada pilar-pilar bangunan di atas tangga yang mengingatkan pada reruntuhan pilar zaman Romawi -Yunani kuno. Terihat juga pada air mancur yang terletak di area depan taman. Ada patung seorang wanita yang memegang guci dan berdiri di tengah bunga teratai, yang sekilas seperti style patung air mancur di Italia.

Kalau melihat ini, tercermin jika hubungan pemerintahan saat itu dengan negara-negara asing sudah terjalin baik. Terbukti pengaruhnya ada pada bangunan keluarga raja ini. Dalam sejarah, pembangunan Istana Air ini memang melibatkan arsitek asing dari Belanda bernama Van Den Hentz. Dia lah yang membawa nuansa Eropa pada pilar-pilar taman.

Satu arsitek lagi dari China yang bernama Loto Ang. Ia berperan dalam mendesain gazebo bundarnya atau Bale Bunder. Kedua arsitek asing tersebut bekerjasama dengan arsitek tradisional Bali yang biasa disebut dengan Undagi. Kerjasama antara mereka menghasilkan perpaduan karya yang megah, artistik dan indah yang bisa kita nikmati sampai sekarang ini.

taman ujung (2)Menurut cerita penjaga Taman Ujung, pada 1963, Istana Air Taman Ujung ini sempat rusak berat akibat letusan Gunung Agung.  Pada tahun 1976 kerusakan semakin diperparah akibat terjadinya gempa hebat yang melanda wilayah tersebut.

Beberapa bangunan runtuh dan bangunan pilar di area paling atas taman rusak. Walaupun tidak meninggalkan kemegahan bangunan, tetapi pemerintah Kabupaten Karangasem perlu mengajukan permohonan bantuan perbaikan yang disetujui Bank Dunia pada tahun 2001.

Selama dua tahun sampai 2003, pemerintah daerah membangun kembali reruntuhan dan beberapa bangunan yang rusak ke bentuk aslinya. Tujuannya melestarikan warisan budaya yang juga mempunyai sejarah penting untuk masyarakat Karangasem pada khususnya.

Melihat betapa megah dan romantisnya tempat ini, Istana Air Taman Ujung kini menjadi satu tempat terfavorit bagi pasangan yang membuat foto pre wedding. Lokasi favorit terutama pilar bernuansa Eropa dengan jalan setapak yang dihiasai bunga-bunga di tepi kanan kiri dan sekelilingnya. Lebih-lebih saat sunset yang menambah suasana semakin eksotik. (naskah dan foto: Moniq/Heti Palestina Yunani)