Seminggu Singgah di Tiga Kota Jepang

jepang-3Sugoi!! Itulah yang langsung ada dipikiran saya begitu pesawat mendarat di Bandara Internasional Haneda Tokyo. Saat itu pesawat landing sekitar pukul 01.30 pagi waktu setempat. Tetapi para pekerja dan flight attendant sampai pegawai imigrasi masih tetap tersenyum ramah dan membungkukan badan menyambut kami.

Istirahat sejenak di bandara menunggu pagi hari, saya membeli makanan khas Jepang di convenient store di bandara. Pilihannya saya jatuh pada onigiri atau nasi kepal yang dibungkus nori atau rumput laut. Yep, osishi-desu!

Paginya, menggunakan Haneda subway dan common pass saya meluncur menggunakan kereta keikyu line menuju penginapan saya di Asakusa. Begitu keluar dari subway station Asakusa lagi-lagi saya dibuat kagum dengan Jepang.

Jalanan, sungai, trotoar dan semua yang ada dalam pandangan saya bersih! Tidak terlihat ada kotoran atau sampah berserakan. Mungkin kita harus benar-benar mencontoh Jepang dalam banyak hal, termasuk menjaga kebersihan.

jepang-5Selama 3 hari berada di Tokyo benar-benar saya manfaatkan untuk menikmati dan menjelajah Kota Tokyo, dari Kaminarimon Gate, Nakamise Shopping District, Senso-ji Shrine, Asakusa River, Tokyo Tower, Tokyo Sky Tree, hingga Harajuku Street, Shibuya Cross Road dan pastinya Akihabara.

Namun jelas belum puas rasanya berada di Jepang jika belum menikmati indahnya pemandangan Gunung Fuji. Ya, saya menyempatkan diri untuk menikmati Indahnya Fujiyama-san dari Kawaguchiko/Danau Kawaguchi.

Puas menikmati pemandangan alam, tentunya belum lengkap juga kalau kita belum membeli oleh-oleh dan menikmati makanan khas Jepang yang tokonya berderet-deret di kawasan Ginza! Di tempat ini kita bisa menikmati makan di warung khas Jepang yang menyediakan sake, kaarage, sushi dan lainnya.

Puas berkeliling Tokyo selanjutnya saya menuju Kyoto menggunakan Shinkansen. Lagi-lagi saya dibuat kagum, jarak yang biasanya memakan waktu 8 jam hanya ditempuh dalam waktu dua setengah jam. Luar biasa!

jepang-1Di Kyoto saya berkeliling menikmati beberapa tempat wisata yang terkenal. Mulanya Fushimi-inari Shrine yang terkenal dengan 1000 gerbang berwarna orange menyala. Lalu Kinkaku dan Ginkaku-ji Shrine yang terkenal dengan taman dan kuilnya.

Yang tak boleh lupa pastinya Arashiyama bamboo forest, taman bambu yang tertata rapi dan ditambah dengan keindahan rumah tradisional warga yang ada disekitarnya.

Sebetulnya taman bambu di Indonesia pun banyak. Tetapi perbedaannya, jika di Jepang tempat seperti itu bisa ditata dan dijadikan tempat wisata sementara di Indonesia tempat wisata kadang tidak terawat.

jepang-4Dua hari menikmati keindahan Kota Kyoto, saya melanjutkan perjalanan menuju Osaka, salah satu kota besar ternama. Perjalanan menggunakan kereta cukup ditempuh dengan waktu 30 menit. Tempat pertama yang saya tuju tidak lain dan tidak bukan Osaka Castle, kastil bersejarah peninggalan Hideyoshi Toyotomi yang terkenal.

Hal terakhir yang wajib dilakukan di Osaka sebelum kembali ke Indonesia adalah wisata kuliner! Ya, di Osaka terdapat jalan yang terkenal dengan wisata kulinernya, yaitu Dotonbori! Kalau Anda senang dengan snack dan makanan Jepang, pasti Anda tahu salah satu perusahaan snack terkenal dari Jepang yaitu Glico di Dotonbori. Takoyaki serta sake asli Osaka menjadi salah satu kudapan yang harus dicoba di sana.

Tak terasa seminggu berlalu sudah, begitu cepat rasanya harus meninggalkan Jepang. Tapi apa boleh buat, pekerjaan di Indonesia sudah menunggu. Tapi saat itu saya berjanji, suatu saat akan kembali lagi ke Jepang pada 2017 bersama keluarga. (naskah dan foto: Adam Victor Handoyo/editor: Heti Palestina Yunani)