Sego Gajah, Porsi Maksi Harga Mini

Mendengar kata ‘gajah’, apa yang terlintas dalam pikiran Anda? Besar dan gagah. Ya, dua hal itu pula yang saya pikirkan ketika melihat sebuah nama di antara sederet menu di restoran Rempah ini. Sego Gajah, demikian yang tertulis di sana. Hal yang cukup mengagetkan saya adalah, harga yang tertera di sana cuma Rp 9.900. Saya sampai harus beberapa kali bertanya kepada Mbak waitress saking tidak percayanya. Namun ternyata harga itu memang benar adanya. Mbak waitress yang manis itu pun menjelaskan kepada saya, bahwa ada tiga level kepedasan untuk sego gajah tersebut, yakni sumuk, mbeler dan yang paling pedas adalah kobong. Saya akhirnya memilih level sumuk, karena perut saya lumayan tidak tahan pedas.

Setelah pramusaji pergi, saya pun mengedarkan pandangan ke sekeliling. Interior restoran yang bernuansa tradisional cukup menyegarkan mata. Meja dan kursi kayu yang ditata sedemikian rupa, ditambah lantai yang juga berlapis kayu, semakin menguatkan kesan etnik di restoran ini. Pas sekali dengan konsep restoran Rempah yang mengusung masakan khas Indonesia. Tak berapa lama, pesanan saya pun tiba. Lebih istimewanya lagi, yang mengantar adalah Cristine Chandra, sang empunya restoran sendiri. Wah, serasa diri ini adalah seorang pejabata tinggi negara.

Dan, keterkejutan saya pun bertambah parah tatkala Cristine meletakkan sego gajah tersebut di meja saya. Apa yang tersaji sungguh di luar dugaan: seporsi besar nasi goreng Jawa lengkap dengan suwiran ayam, sawi, tauge dan kerupuk ini bisa dilahap oleh lima orang sekaligus! Atau, bisa menjadi bekal makanan selama tiga hari, jika Anda adalah seorang pertapa yang menyendiri di pedalaman sebuah hutan belantara yang jauh dari peradaban. “Seporsi Sego Gajah ini dibuat dari 850 gram beras,” jelas Christine.

Dan, sebelum beranjak pergi, ia masih sempat berpesan kepada saya, “Dihabiskan ya, Mas. Soalnya kalau tidak habis, sisanya tidak boleh dibungkus untuk dibawa pulang.” Ya ampun. Apakah perut saya mampu menampung semua Sego Gajah ini? Tiba-tiba terbersit sedikit rasa sesal karena saya datang ke restoran ini sendirian. Kalau tahu begini, saya akan membawa sekompi pasukan arisan untuk beramai-ramai menyantap Sego Gajah porsi gajah Afrika ini.

Namun, di luar hal itu, saya cukup puas bisa menikmati Sego Gajah ini. Selain harganya yang murah, rasanya pun lezat tiada tara. Mungkin, suatu saat saya akan mengajak teman-teman untuk makan sego gajah ini, mumpung masih promo dan bisa dipesan sewaktu-waktu hingga bulan Agustus tahun ini. Setelah masa promo berlalu, Sego Gajah hanya hadir di jam-jam tertentu. Ya, saya berpikir akan mengajak serombongan arisan, atau lebih tepatnya, rombongan orang-orang rakus dan doyan pedas yang matanya berkilat-kilat ketika melihat makanan enak dalam porsi maksimal seperti ini. (naskah dan foto: PADMagz/hpy)