Segarnya Es Krim dalam Semangkok Melon

Ngikut Didi Domba (Doyan Mbadog) Berburu Kuliner Yogya (4)

didi-domba-2Kalau mau angkringan yang lebih berkelas, datang saja ke House of Raminten. Aneka gorengan, sate, dan jajanan khas angkringan kumplit di sini, tentunya dengan makanan dan minuman khas Raminten yang tidak dimiliki angkringan pada umumnya. Yang seru-seru di sini adalah minumannya. Ada Es Degan dengan gelas sebesar ember (saking besarnya) atau Es Krim Bakar Raminten yang unik.

Seger-segaranya ada juga Es Melonkolis, yaitu es krim yang ditempatkan di separuh melon sebagai mangkok, Es Carica yang merupakan buah asli daerah Wonosobo. didi-domba-1Ada juga Es Gajah Pendem yang super duper lucu. Lha kok lucu? Kapan lagi kita minum pakai garpu, lha wong itu teh cem-ceman yang dicemplungi sebutir apel utuh, ngglundung, ngambang di wadah yang tidak jelas apakah itu mangkok atau gelas.

Garpu digunakan untuk mbrakoti apel yang ngambang. Wes, pokoknya aneh. Belum lagi kalau mau ke kamar mandi musti kaget dulu, soalnya sudah kebelet masih harus kaget dengan suara-suara aneh yang ternyata suara jaran, alias kuda. Kamar mandi kok di sebelah kandang kuda. Biyuuuhhh.

didi-domba-3Untung makanan, minuman, dan suasananya enak. Pantes untuk dapat bintang lima. Cari makanan tradisional adalah salah satu target Didi Domba saat ke Gunung Kidul. Nasi beras merah, itu sasaran tembaknya. Pas jalan-jalan mata ini menangkap plang Nila Sary, nasi beras merah, makanan khas Gunung Kidul.

Saat memasuki rumah makan, aneka masakan tradisional ala desa tersaji, tinggal memilih sesuka kita. Ada Sayur Lombok Ijo, Gudeg Daun Pepaya, Empal Daging, Undur-undur Laut, Brongkos, Ayam Goreng Kampung, Oseng Kikil, Tahu Bacem, Oseng Pare, juga Sate Telur Puyuh. Dan yang terenak adalah Rica Peetteeee. Rata-rata makanannya enak kok. Tapi cukup lah. Bintang tiga saja gak papa ya. (naskah dan foto: Didi Domba/Heti Palestina Yunani/bersambung)