Sedapnya Garam Gunung Made in Pa’ Umor

Sukses Membuang  Stress di Bario Highlands (7)

bario7garam-garam siap dijualSebenarnya saya dan teman-teman punya dua hari saja untuk mengeksplorasi Bario, Sarawak, Malaysia. Dengan waktu yang terbatas itu, kami hanya bisa mengunjungi beberapa lokasi yang menjadi spot utama di Bario. Tapi stress benar-benar sukses dibuang.

Karena berada di dataran tinggi maka wisata alam sudah pasti menjadi pilihan teratas. Di enam tulisan saya terdahulu, sudah banyak cerita keseruan wisata alam di Bario yang saya ceritakan. Namun sebelum seri ke-8 mengakhiri tulisan ini, kali ini mau saya ceritakan adalah serunya saat mengunjungi pabrik garam alam.

bario7garam-endapan garam setelah dipanaskanSebelum menuju ke sini, saya sebenarnya sudah diliputi penasaran. Sebab biasanya garam didapat dari laut, lalu kenapa bisa ada di gunung? Bukankah di gunung adanya asam? Seperti pepatah mengatakan “garam di laut dan asam di gunung”. Tapi kali ini pepatah itu langsung dipatahkan.

Ya, tempat produksi garam gunung ini berada di Kampung Pa’ Umor yang terletak di 1.100 meter di atas permukaan laut. Lahan milik penduduk Kelabit ini lokasinya dekat mata air garam alam. Setiap keluarga boleh menambang di sini secara bergiliran selama dua minggu.

bario7garam-garam sedang dimasakDi sanalah saya melihat langsung pembuatannya. Garam diproses dengan cara direbus dalam drum yang dibelah dua. bahan bakarnya kayu dengan api yang menyala besar hingga air habis dan menyisakan garam saja.
Kemudian garam dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dibelah dua dan diikat lagi untuk mengurangi kadar air kemudian disimpan berdiri sehingga air menetes ke bawah. Di sebuah pabrik garam, perjuangan sepasang suami istri yang membuatnya di dalam rumah sungguh luar biasa.

bario7garam-membungkus garam dalam daunContohnya, jika mata saya beberapa kali berair karena kemasukan asap, mereka tahan melakukan itu seharian. Belum lagi udara panas yang membuat keringat saya terus menerus keluar, tapi mereka tak gerah.

Setelah ditiriskan maka bambu disimpan di dekat perapian agar semakin kering. Jika sudah, garam dipindahkan ke dalam daun pandan hutan yang disebut ilad, lalu diikat dengan tali rotan. Setelah dua minggu, garam baru siap tuai dan siap pula dibawa menuju jalan utama menggunakan kerbau sebagai kendaraan pengangkut.bario7garam-kerbau pengangkut

Hasil garam ini selain digunakan sendiri, juga disetor kepada pengepul yang menjualnya kembali ke kota lain dengan harga yang lebih tinggi. Jika harga jual langsung di pabriknya sekitar RM20 maka di tangan pengepul harga bisa menjadi RM30.

bario7garam-garam siap jualGaram dapur buatan orang kelabit mengandung banyak mineral yang membuat makanan jadi nikmat tanpa perlu menambahkan penyedap. Kandungannya ada zat besi alami, kalsium, kalium, dan magnesium. Konon garam lokal ini digunakan secara tradisional untuk mengobati masalah tiroid. Kalau mau beli, garam ini dapat dengan mudah ditemukan di bandara, toko souvenir maupun pedagang di pasar Miri. (teks dan foto: Dony Prayudi/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)