Terbawa Mesin Waktu ke Saint Cirq Lapopie

the village (1)
The village

Mungkinkah pergi ke desa abad pertengahan di Prancis di zaman modern? Mungkin saja. Jika jeli melihat peta daerah Perancis Selatan, ada sebuah desa bernama Saint Cirq Lapopie, tepatnya di arah Barat Daya Perancis. Siapapun tak terkecuali, pasti akan bisa berpikir nyata tentang bangunan-bangunan seperti dalam film kolosal kerajaan Eropa yang semula seperti imajinatif semata.

Ditambah melewati hari-hari di salah satu kastil kuno di dekat perkebunan anggur, maka desa ini seperti mesin waktu yang membawa kita ke salah satu dari ‘Les Plus Beaux Village’ atau Desa Paling Indah di Prancis. Untuk mencapainya, turis bisa berangkat dari Stasiun Austerlitz, Paris dengan membeli tiket ke Cahors seharga harga antara Euro 35-70 Euro.

prancisDari sana, kita harus sabar menempuh 5 jam perjalanan. Dari Cahors kita lanjutkan ke Saint Cirq Lapopie dengan bus Tour de Faure seharga Euro 5,10. Kali ini, perjalanan cuma singkat saja, 40 menit. Tapi jika punya dana ekstra, lebih nyaman menyewa mobil.

Bisa sih lebih seru menempuhnya dengan cara Hitchhike atau nebeng ke sana melewati pegunungan, tebing, lorong-lorong batu, dan desa-desa sepanjang perjalanan.

Desa Saint Cirq Lapopie merupakan tujuan para seniman yang sekadar datang ataupun tinggal untuk mencari inspirasi dan menyelesaikan karya seni. Lebih-lebih desa ini memang merupakan kampung halaman Andre Breton, seorang penulis dan penyair aliran surealis. Desa dengan populasi 227 orang penduduk ini juga sangat ramah.

prancis-le-musee-de-vin
Le musee de vin

Seperti tabiat orang desa, mereka akan sangat antusias bertanya pada Anda yang berasal dari Asia. Sambutan mereka pun hangat khas orang Perancis Selatan, yang jarang kita dapatkan di kota besar seperti Paris. Jika beruntung maka segelas free wine di Le Musee de Vin atau museum anggur akan disodorkan pada Anda.

Kalau Anda tak punya ekspektasi apapun saat memutuskan menginjak Saint Cirq Lapopie, tenang. Tak ada yang menyesal berada di Saint Cirq Lapopie. Kalau pun sempat browsing tentang transportasi dan sedikit info tentang desa ini, hasilnya pasti lebih dari yang dibayangkan. Yang jelas, tak ada lain selain tentang betapa uniknya desa yang dibangun pada abad 12-13 itu.

prancis-chateau-de-st-cirq-lapopie
Chateau de St Cirq Lapopie

Terbentanglah nyata rumah-rumah berbentuk tak simetris, jalan batu berkelok, dan reruntuhan tembok benteng di sebelah Gereja Gothic. Juga kastil abad pertengahan yang terletak di puncak tebing batu di mana kita bisa melihat sungai memanjang dengan kebun anggur di sisi sungai. Itu semua menciptakan dramatic scenery yang sangat indah.

the view from the chateau (1)
The view from The Chateau

Sisi lainnya, desa ini ibarat museum besar karena tiap sudut desa ternyata mempunyai sejarah tersendiri. Seperti satu tempat eksotik yang menjadi galeri seni, woodcraft, museum anggur lokal, dan kastil sekaligus tempat menginap yaitu Chateau De St Cirq Lapopie

Chateau De St Cirq Lapopie ini dimiliki oleh seniman eksentrik berusia 70 tahun bernama Alain. Ialah yang merubah kastil di atas tebing batu tersebut menjadi galeri seni yang dipakai untuk memamerkan lukisan atau patung aliran surealis dan kontemporer.

Kalau mau mengelilingi desa, lakukanlah dengan berjalan kaki. Kita bisa menyusuri desa dan turun ke tepi sungai melalui kebun rumah dengan pohon pir yang sedang berbuah. Lalui saja semak buah berry yang berwarna-warni di sepanjang jalan pintas menuju sungai. Ada pohon anggur yang difungsikan sebagai hiasan kusen jendela atau kanopi dengan buah bergelantungan, siap kita petik untuk mencicipinya.

prancis-foie-gras-with-fig-jam
Foie Gras with fig jam

Sesekali rehatlah di restoran-restoran kecil yang menyajikan masakan lokal seperti bebek atau ayam dari pertanian, sup krim atau omelet berisi macam-macam jamur yang diambil dari hutan. Penduduk lokal biasanya juga menyajikan Foie Gras atau olahan hati bebek dengan selai buah fig yang mereka petik dari kebun rumah.

prancis-roasted-fig-with-vanilla-ice-cream
Roasted fig with vanilla ice cream

Pilih roasted goat cheese dari Rocamadour juga nikmat yang disajikan dengan irisan buah bit. Rasanya manis dan gurih bercampur lezat dan unik. Untuk dessert biasanya mereka menyajikan aneka  keju, home made ice cream dari bermacam-macam berry hutan, serta buah-buahan yang dipetik dari kebun rumah. Satu makanan yang paling juara adalah buah fig yang dipanggang dengan madu dan disajikan dengan es krim vanila.

Rasanya, tak bisa diet di desa ini. Dengan semua pesona itu, Saint Cirq Lapopie memang mewakili keindahan desa atau kota kecil Perancis Selatan. Mereka yang ingin tinggal bak putri raja di sebuah kastil, bakal tercapai dengan berada di sini.

Mata juga termanjakan dengan pemandangan kuno abad pertengahan yang tak terbayangkan memang masih ada di zaman modern begini. Belum lagi perut yang terisi makanan lezat. Tergerak berangkat ke sini? (naskah dan foto: Monique Aditya/Heti Palestina Yunani)