Rammang-rammang; Janji Nyata Indonesia tentang Hidden Paradise

ramang2Hidden paradise bagi sebagian pelancong adalah ingin berada di sebuah tempat yang sunyi, dikelilingi pagar alam berupa bukit-bukit hijau dan sungai yang mengalir tenang. Nyatanya ini bukanlah bayangan semata di Indonesia. Anda bisa menemukannya di sebuah tempat bernama Rammang-rammang.

Rammang-rammang bukanlah tempat biasa. Objek wisata andalan Sulawesi Selatan yang berada di Kampung Berua, Kampung Berua, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu bagai surga mungil nan indah. Lokasinya dikelilingi perbukitan atau taman karst yang konon terluas ke dua setelah Karst Guilin di China.

Kawasan taman karst ini memiliki luas kurang lebih 43.700 hektar dengan sekitar 280 goa, 16 di antaranya adalah situs gua prasejarah. Selain dihiasi taman karst dengan keindahan tebing yang tajam, Rammang-rammang dihiasi sungai yang mengalir dengan air jernih. Sepanjang mata memandang, hanya ada hijau semata dari persawahan yang dikelilingi taman karst. Semua bagai surga.

Di sini, kesunyian dan ketenangan sangat terasa seolah surga tersembunyi (hidden paradise) bagi mereka yang tiap hari dijejali suara hiruk knalpot dan kebisingan kota. Apalagi jika menyusuri Sungai Puthe yang mengalir tenang membelah Rammang-Rammang, kesunyian dan ketenangan itu makin tercecap.

rammang 4Maka jangan siakan Puthe begitu saja. Cobalah arungi ketenangan Puthe dengan sebuah perahu kayu. Rasakan betapa perjalanan itu bagai meneguhkan janji alam semesta bumi Nusantara ini yang tak pernah ingkar. Sesuai namanya yang berarti awang-awang, siapapun akan seperti berada di awang-awang yang indah.

Untuk menyusuri Sungai Puthe, pelancong hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 100 ribu-Rp 150 ribu. Tarif itu untuk sebuah perahu kayu nan sederhana yang dijalankan penduduk Kampung Berua. Satu perahu biasanya bisa digunakan untuk menampung maksimal 10 orang. Jadi, cukup murah jika pergi beramai-ramai.

rammang 2Hebatnya, surga tersembunyi ini terjangkau hanya dalam 2 hingga 2,5 jam atau 40 kilometer dari pusat Kota Makassar. Anda bisa menempuhnya dengan menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Jika memilih angkot, naiklah dari Pasar Daya Makassar untuk menuju Kabupaten Pangkep dengan biaya sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 15.000/orang. Mintalah berhenti tepat di gerbang pintu masuk pabrik Bosowa Maros.

Sekitar 2 kilometer dari gerbang masuk pabrik, pada sisi kiri carilah kantor PLN. Posisi ini Anda pilih jika ingin memulai eksplore taman karst Rammang-rammang dari jalur darat. Sedangkan bila ingin menikmati taman karst melalui jalur sungai berhentilah tepat di jembatan besar Rammang-rammang (setelah kantor PLN) untuk menggunakan ojek perahu.

Dari sini, perahu akan bergerak bagai membelah riak-riak air yang sungai, bakau dan pecahan-pecahan batu karst. Semua seolah menyambut setiap tamu yang datang menuju Kampung Berua, untuk bertemu Rammang-rammang. Dari balik gunung-gunung karst yang menjadi tembok pelindung Kampung Berua, sesekali terdengar suara-suara kelelawar. Dua terowongan batu karst yang dilalui di jalur sungai tersebut, seolah menjadi gerbang selamat datang menuju Rammang-Rammang.

rammang 3Tak akan disangkal, dari sini Anda langsung akan disergap pemandangan memukau yang selama ini disembunyikan Rammang-rammang. Pertama berupa sawah yang membentang luas. Berikutnya deretan  rumah tradisional berbentuk panggung akan tampak di tengah  gugusan taman karst berbukit-bukit.

Kemudian beningnya air sungai dengan aneka ikan air tawar yang hidup di dalamnya menjadi pertanda bahwa warga Kampung Berua sangat menghargai alam. Terasa sekali jika tak ada polusi di sini. Uniknya, di kampung sekecil itu, dua bahasa asli Sulawesi Selatan yaitu Bahasa Makassar dan Bahasa Bugis digunakan sekitar 15 kepala keluarga yang menghuni Kampung Berua.

Hmmm, dari Ramang-ramang ini saja, lihatlah betapa Indonesia menyimpan begitu banyak surga tersembunyi yang layak dicecap. Masihkah Anda sangsi untuk mencintai Indonesia? (naskah: Wina Bojonegoro/foto: Rijal Tobat/Heti Palestina Yunani)