Putar-putar Bengkalis dengan Motor Rp 80 Ribu

Backpacker-an 7 Hari 7 Pelabuhan; Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis (4)

Dari Pelabuhan Tanjung Harapan, perjalanan backpacker-an selama tujuh hari sampai ke pelabuhan ke empat di Kabupaten Bengkalis yaitu Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis. Sekadar cerita, pelabuhan ini hanya salah satu yang ada di Bengkalis.

pelabuhan-bengkalis1Sarana dan prasarana transportasi di Kabupaten Bengkalis memang mengandalkan pelabuhan atau sarana transportasi laut. Ini sesuai dengan bentuk geografis berupa perairan dengan jumlah pulau yang cukup banyak. Maka kebutuhan pelabuhan yang dapat disandari kapal berukuran cukup besar maupun kecil, baik untuk angkutan penumpang maupun barang juga banyak disediakan.

Dari beberapa pelabuhan yang dikelola pemerintah, terdapat tiga pelabuhan besar dengan intensitas bongkar muat barang dan naik turunnya penumpang yang cukup tinggi. Pelabuhan yang aku singgahi tadi di Kecamatan Bengkalis.

Pelabuhan ini melayani jurusan dari Kota Bengkalis ke Dumai, Pekanbaru, Selat Panjang (Kabupaten Kepulauan Meranti), Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang (Provinsi Kepulauan Riau).

Kemudian, Pelabuhan Bandar Setia Rajadi Selat Baru di Kecamatan Bantan yang fokus operasinya melayani pelayaran ke luar negeri, khususnya ke negara Malaysia. Selanjutnya Pelabuhan Sungai Pakning di Kecamatan Bukit Batu yang dikelola PT Pelindo.

Pelabuhan Sungai Pakning ini disamping untuk bongkar muat barang dan naik turunnya penumpang, juga terdapat pelabuhan untuk bongkar muat minyak karena di kecamatan ini terdapat kilang minyak untuk  pengolahan milik Pertamina UP II Dumai-Sungai Pakning.

Di samping itu juga terdapat ferry penyeberangan atau Ro-Ro di Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis. Pelabuhan ini menghubungkan Pulau Bengkalis dengan pesisir Pulau Sumatera tepatnya di Desa Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu. Selanjutnya, ada ferry penyeberangan di Desa Tanjung Kapal Kecamatan Rupat yang menghubungkan Pulau Rupat dengan Pesisir Pulau Sumatera tepatnya di Kota Dumai.

pelabuhan-bandar-sri-laksamana-bengkalis-1Di Pulau Rupat ini juga sudah dibangun pelabuhan ferry untuk menghubungkan Pulau Rupat dengan Portdickson (Malaysia). Pelabuhan ferry Rupat Malaka ini terdapat di Desa Tanjung Medang (Kecamatan Rupat Utara). Sesampai di Bengkalis, aku merasakan kekentalan budaya Melayu. Bengkalis kotanya kira-kira lebih besar daripada Selat Panjang yang sebelumnya aku kunjungi. Di Bengkalis, aku sempatkan menginap satu malam di sini.

Setibanya di kota, tujuanku langsung ke Hotel Berlian yang terletak di Jl Yos Sudarso 21. Di Bengkalis, ada enaknya. Aku bisa menyewa kereta atau sepeda motor hanya bertarif Rp 80 ribu selama 12 jam. Dengan sepeda motor itu aku berputar-putar kota. Biarpun cuma Suzuki Smash keluaran lama but it is oke, itu cukup melihat kota dengan budaya Melayunya.pelabuhan-bandar-sri-laksamana-bengkalis-3

Di zaman kemerdekaan, Bengkalis juga jadi medan perperangan. Ini terlihat tugu peringatan Monumen Perjuangan Bengkalis yang berada di Desa Pedekik. Kusempatkan ke sana selama waktu terakhir di Bengkalis sebelum membeli tiket Batam Jet menuju Batam. Harganya lumayan mahal Rp 320 ribu. Tapi tujuanku memang ke Batam, menuju Pelabuhan Sekupang, pelabuhan ke lima yang aku mau singgahi. (naskah dan foto: Ferry Fansuri/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)