Pilih Movylodge dengan 5 Alasan

Buat saya, istirahat merupakan salah satu komponen yang paling esensial saat traveling dalam jangka panjang. Namun dengan budget terbatas, pilihan akomodasi otomatis akan menyempit menjadi hostel, guest house, homestay, you name it. Saat pergi ke Bangkok, saya menemukan begitu banyak keuntungan, -setidaknya ada lima hal-, dengan menginap di Movylodge Hostel, Bangkok.

Dekat ke Mana-mana

1184354_16032422050041056368Nggak ada yang paling saya syukuri saat menemukan akomodasi yang mempermudah langkah saya menjelajahi tempat-tempat yang ingin saya sambangi. Berlokasi di Phetchaburi Road, Movylodge Hostel Bangkok hanya berjarak 200 m atau ±2 menit berjalan kaki ke Ratchatewi BTS Skytrain Station, satu stasiun sebelum Siam BTS Skytrain Station, yang merupakan pusat perdagangan Bangkok (Siam Center, Siam Discovery Center, Siam Paragon dan MBK Center).

Jaraknya sekitar  500 m atau ±5 menit berjalan kaki ke Phaya Thai BTS Skytrain Station/Airport Rail Link Station. Sekitar 500 m atau ±5 menit berjalan kaki, berada di jalan yang sama terdapat KBRI Indonesia. Di sana ada kantin makanan halal yang buka dari pukul 11.00 sampai 14.00. Mengingat agak susah menemukan restoran makanan halal selain fastfood di Bangkok, keberadaan kantin KBRI seperti oase di tengah gurun. Malamnya, hanya berjarak sekitar 300 m atau ±3 menit berjalan kaki dari penginapan saya, tepatnya di jalan lain yang masih sejajaran dengan Phetchaburi Road terdapat deretan restoran makanan halal dan masjid. Salah satunya Farida Fatornee Halal Restaurant. Ah, senangnya!

All You Can Eat Snack

Awalnya saya sedih banget pas tahu, hostel yang saya inapi tidak menyediakan sarapan, karena menurut saya bisa jadi salah satu cara untuk menghemat uang. Namun ternyata mereka menggantinya dengan menyediakan all you can eat snack sepanjang hari yang selalu di-restock kalau sudah mau habis. Mulai dari crackers, buah-buahan seperti pisang sampai mie instan berbagai macam rasa. Hore!

Resepsionis

1184354_16032422040041056350Tahu sendiri kan kalau orang Bangkok jarang yang bisa bahasa Inggris. Kebanyakan yang saya temui, yang sedikit fasih atau lancar adalah anak-anak SMA. Sisanya saya harus menunjukan tulisan dalam bahasa ibu mereka atau sekalian gambar gedung/bangunan yang ingin saya datangi. Nah, saat tahu resepsionis di tempat saya menginap fasih berbahasa Inggris rasanya seperti menemukan jarum di tumpukan jerami, namanya Anne.

Anne helpful banget dan selalu tersenyum manis. Setiap saya hendak pergi, dia selalu menanyakan saya mau pergi ke mana. Setiap bertemu di dapur, dia selalu menawarkan makanan dan minuman. Bahkan merekomendasikan rasa mie instan yang paling enak yaitu kari ayam. Yang paling saya ingat, saat komputer yang dikhususkan untuk tamu di rusak, Anne bela-belain meminjmkan laptop milik managernya untuk saya berselancar di dunia maya.

Desain Interior Ruang Tamu

15101608_6_zSaat saya membuka pintu dan masuk ke ruang tamu/lobi Movylodge, saya langsung jatuh cinta. Yang niatnya cuma ingin satu hari saja lalu pindah ke hostel lain saya urungkan dan malah extend satu hari lagi. Desain interiornya seperti coffee shop pada umumnya. Sederhana dengan dominasi warna putih dipadukan dengan lampu kuning menggantung dan meja serta kursi sewarna flatwhite. Ini menjadikan ruangan tersebut sebagai tempat nyaman untuk bekerja, mengobrol dengan teman, atau membaca buku seraya menyesap kopi.

Harga

Membandingkan dengan semua yang saya dapatkan, dekat ke mana-mana, all you can eat snack, resepsionis kece, desain interior keren, rasanya harga Rp 236 ribu (590 bath) sepadan banget untuk sebuah kamar kapsul yang menurut saya, ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan hostel berkamar kapsul dengan harga yang sama. Plus, bersih lagi! (naskah: Andi Facino/foto: itn/hpy)