Pesta “Makan Tahun” Suku Kedayan

Mari Kemari Singgah ke Miri (3)

kelupis-siap-ikatSambil menunggu hari H Borneo Jazz Festival digelar, saya manfaatkan waktu untuk berkeliling Miri. Tetap bersama guide saya di Miri, Paul Victor, saya masuk ke sebuah kampung bernama Pintasan Tiris Bekenu. Sekampung hanya ada sekitar 600 orang.

kuali-raksasa-untuk-memasak Jarak Miri dari tempat saya menginap, sekitar 1 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Cukup jauh dari pusat kota namun saya sengaja ke sana. Sebab di Pintasan Tiris Bekenu inilah satu-satunya kampung yang melaksanakan Makan Tahun. Acara ini hanya dirayakan Suku Kedayan di Sarawak Utara. Suku ke-26 di Miri itu jumlahnya hanya 37.000 orang di Malaysia.

ibu-ibu-sedang-membungkus-kelupisMakan Tahun merupakan acara unik dan langka yang dilakukan sebelum menyambut bulan Ramadan. Maksudnya bentuk syukur atas hasil panen dan berkah yang diterima. Hanya beberapa kampung Suku Kedayan yang melaksanakannya. Jadi bagi saya, itu sungguh menarik untuk diketahui.

tong-untuk-memasak-kelupisTradisi ini agaknya mirip dengan acara Gawai bagi Suku Dayak. Maklum Suku Kedayan merupakan bagian dari Suku Dayak. Cuma bedanya hampir 100% Suku Kedayan memeluk Islam. Maka tak heran jika Makan Tahun dikaitkan dengan acara makan besar menyambut puasa sekaligus melakukan tahlilan.

Acara ini juga punya tujuan untuk mengakrabkan seluruh anggota masyarakat di kampung itu. Sesampainya di lokasi, saya sempat berbincang beramah-ramah dengan kepala kampung, Pak Jalil. Ia berbicara banyak hal tentang Makan Tahun.

kelupis-yang-sudah-jadiKata Pak Jalil, Makan Tahun sudah disiapkan sepanjang tahun. Setiap keluarga mengeluarkan iuran setiap bulan untuk acara itu. Saatnya tiba, seluruh penduduk kampung ikut membuat semua hidangan. Tidak peduli laki-laki maupun perempuan.

Saat saya datang ibu-ibu sedang memasukkan ketan ke dalam bungkusan daun. Ada 3 jenis daun yang mereka gunakan, palas, pandan dan nyirik. Namun dengan daun nyirik lah yang paling sedap karena membuat kelupis lebih tahan lama.

kelupis-dan-ayam-kariCara membuatnya, ketan yang diaron dengan santan setengah matang diikat dengan tali yang terbuat dari pakis. Jumlah ikatan rata-rata sebanyak 6 buah berjajar. Ini dilakuka bapak-bapak di sebuah meja panjang.

Kelupis merupakan makanan wajib saat Makan Tahun. Setelah diikat dengan kuat, kelupis dimasukan ke dalam drum raksasa untuk dikukus selama kurang lebih 2 jam hingga matang.

Satu drum mampu memuat hingga 400 ikat kelupis. Memasak kelupis dilakukan seharian karena total yang dibuat bisa mencapai sekitar 10 ribu bungkus. Setelah matang kelupis disimpan dalam lumbung makanan.

bapak-bapak-memotong-ayamDi sudut lain, ibu-ibu nampak sibuk mengolah bumbu untuk berbagai masakan. Di bagian lain bapak-bapak memotong ayam dan membersihkannya. Ini benar-benar kenduri yang sungguh besar bagi warga kampung yang dilaksanakan keesokan harinya.

Kalau dilihat, seluruh warga kampung ini sangat kompak saat Makan Tahun. Dengan menggunakan kaos seragam, mereka nampak sungguh akur dan tentram. Ini sesuai dengan slogan kampung yang tertulis di beberapa papan dan dinding di bangunan kampung: “Bagas Usai Bautah Luih”. Kata Pak Jalil, itu artinya “asal kamu rajin maka akan diperoleh keberhasilan.” Sebuah pesan yang baik. (naskah dan foto: Dony Prayudi/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)