Penyelamatan BCB Kristiani oleh Total Quality  

Persiapan Paskah tinggal beberapa hari lagi. Momen ini mengingatkan beberapa koleksi Benda Cagar Budaya (BCB) dari Eropa yang tersimpan rapi di museum mini milik Johan Yan. Lewat koleksinya, siapa saja bisa mencari cara lain mengkhayati proses Yesus disalib.

Tak terasa, koleksi BCB yang terkait Kristiani milik Johan Yan itu sudah berjumlah puluhan. Ketika kemarin coba dilihat-lihat lagi, Johan merasa koleksinya yang ia dapat dari Vatikan, Jerman, Belgia, Prancis, Spanyol, dan Rusia, itu sangat bernilai untuk dibagi pada generasi muda. Sebagai motivator yang sangat mencintai sejarah, Johan ingin semua koleksinya tak hanya akan dinikmatinya sendiri.

“Apalagi pas momen sejak Minggu Palma lalu hingga nanti Paskah tiba, saya sangat terbuka kalau ada yang mau tengok-tengok ke sini. Silakan datang tanpa dipungut biaya kok,” terang Johan, di museum mini Keraton Nandi yang didirikannya di lantai 4 kantornya, PT Total Quality, Jl Jemursari 85 B.kk-infant of Jesus

Puluhan koleksi itu di antaranya adalah Russian Crucifix Antique Russian icon large bronze cross with inscription hand writing on back salib. Koleksi tahun 1850 ini sangat bersejarah karena berdasarkan inskripsi yang ada  ini adalah model pertama salib rusia. “Di dalamnya banyak terukir ikon yang berhubungan dengan karya Kristus, dan di bawah salib ada silangan miring,” katanya.

Lalu ada Altar Crucifix tahun 1920 dari Belgia style. Sekalipun ini adalah salib Belgia namun salib ini sudah berpindah tangan dari satu keluarga kerajaan dan bangsawan ke keluarga bangsawan lain akhinya salib awal abad XX ini ditemukan di Jerman sebelum masuk ke Indonesia.

Berikutnya Silver Monstrance Douai Perancis. Menurut KK terkait benda ini diceritakan bahwa pada tahun 1254 telah terjadi mujizat Ekaristi, Levitasi Hosti, Hosti tidak terpengaruh gaya gravitas. “Pada tahun 1816 Gereja St Petrus Douai ingin mempertunjukkan kepada umat.Maka di tunjuklah Favier Andre (1805-1854) seniman membuat monstrance perak yang dibuat dengan sangat detail dan akhirnya menjadi trade mark monstrance French model abad XIX,” terang Johan yang sangat hafal dengan semua koleksinya.KK-monstrans

Khusus BCB Kristiani ini, pria yang juga karib disapa KK itu baru mengumpulkannya sejak 2010. Semua berawal dari ketika ia mengoleksi arca Maha Nandi yang dianggapnya masteripiece. Untuk memerolehnya tak mudah. Ia mengaku sangat beruntung bisa memiliki chanel di tahta suci Vatikan. Beberapa juga ia peroleh dari balai lelang international.

Seperti Koley of Omaha Monstrance yang terbuat dari emas solid 14 karat atau perpaduan emas dan perak tahun 1926 yang dibuat oleh seniman yang sangat terkenal dijamannya. Monstrance bergaya Spanyol, dari kuningan berlapis emas dan dihiasi batu permata ruby dan diamond di sekeliling tahta monstrance. “Kalau melihat ini bagaikan melihat pancaran matahari. Beruntung saya mendapatkan monstrance abad ke 18 ini dalam kondisi sempurna,” ujar arsitek ini.

Sebagai BCB yang sangat bernilai, maka koleksi Johan ini seluruhnya berdokumen resmi. Untuk yang terkait benda gereja, dilengkapi dokumen yang dikeluarkan tahta suci sebagai tanda otorisasi gereja. Yang lain berdokumen dari negara yang bersangkutan. Kalau soal harga? “Wah relatif sekali ya. Bisa dinilai mular. Tapi ada yang nilai pajak impornya saja mencapai USD 27.000,” terangnya. (naskah dan foto: Heti Palestina Yunani/editor: HPY)