Pasang iPod, Jalan-jalan Cari Tenang

Tak Mati Gaya Saat Cewek Jadi Single Traveler (1)

lakaleke 3Buat beberapa orang, traveling sendiri itu hanya satu yang ditakutkan: mati gaya. Namun buat saya itu bukan hal yang terlalu menggangu. Asal selalu ingat untuk membawa perlengkapan anti mati gaya: iPod dan buku.

Butuh proses sih, terutama traveling sendirian buat cewek lajang. Pasti ada hal-hal yang harus dijadikan pertimbangan. Latihan saya menjadi single traveler itu dimulai ketika pertama kali saya bekerja di sebuah retail yang bergerak di surfing industry.

Bos saya  mengharuskan karyawan untuk bisnis trip sendirian mengingat jumlah toko yang lumayan banyak dan  tersebar di seluruh Indonesia. Saya terlatih stay di hotel sendiri, bawa barang titipan kantor yang jumlahnya kadang nggak kira-kira.

Bayangkan, dari Bali ke Bandung saya pernah bawa 2 kardus hanger, 1 bendel poster yang dikemas dalam pipa belum lagi barang-barang keperluan pribadi. Jika mau single travelling, buat saya Bali itu pilihan yang paling aman. Dalam arti, orang tidak akan memandang kita dengan tatapan heran atau bertanya-tanya karena kita akan blend with the crowd.

Waktu ideal menurut saya untuk single travelling ini 3 hari. Biasanya saya memilih area yang aksesnya gampang. Saat ke Bali, saya memilih area Seminyak. Di sana, saya lakukan adalah stay di bungalow langganan di daerah Jalan Padma.

tegalalang 2Mau ke pantai tinggal jalan kaki ke Double Six. Ingin melihat keriuhan, ada jalan pintas ke seputaran jalan Seminyak yang penuh dengan butik-butik lucu dan resto-resto. Saat window shopping atau jalan-jalan di seputaran Seminyak hingga Legian, saya tinggal pasang earphone, mendengarkan lagu dari iPod dengan volume tidak terlalu tinggi.

villa 3Pasang senyum tiap ada tawaran dari pedagang atau tawaran jasa transportasi. Kalau sudah capek? Tinggal cari coffe shop terdekat, pesan minum dan duduk tenang sambil menikmati pemandangan orang yang berlalu lalang.

Tidak terlau suka keriuhan Kuta dan sekitarnya? Coba pilih Ubud. Namun ini butuh tambahan biaya mengingat transportasi ke Ubud cuma bisa dijangkau dengan mobil. Di Ubud, cobalah untuk tinggal di area pusatnya. Ada beberapa homestay dengan harga yang cukup reasonable.

Kalau mau eksplor Ubud? Sewa mobil hahaha. Saya itu tidak bisa naik motor dan tidak bisa naik mobil. Namun hal ini tidak menghalangi saya untuk bepergian. Cuma itu tadi, siapkan budget lebih. Terakhir ke Ubud, saya stay di sebuah villa dengan plunge pool yang berlokasi agak jauh dari pusat Ubud.

Biasanya kegiatan favorit saya saat di Ubud adalah enjoy the time it self. Tidak perlu merasa terburu-buru. Nah, karena kali ini tujuannya ingin meng-eksplor Ubud, maka cuma satu opsinya: sewa mobil. Tujuan pertama ya melihat sawah terasiring di utara Tegalalang dan jalan-jalan di sekitarnya.  (naskah dan foto: Juli Kristina/editor: Heti Palestina Yunani)