Pamukkale, Hamparan Travertin di Atas Hierapolis

pamukkale-travertincotton-castle-istana-kapas-3Warna putih terhampar luas menutupi tebing setinggi 300 meter. Air yang mengandung kalsium karbonat mengalir dari atas tebing membentuk fenomena alam yang spektakular berupa rangkaian tetesan berundak yang telah mengeras. Dari kejauhan tampak seperti lapisan salju atau seperti gumpalan kapas, atau seperti bangunan puri bertingkat. Panorama indah ini memberi nama bagi Kota Pamukkale yang berarti Istana Kapas.

Siang musim dingin selalu berakhir lebih cepat. Senja temaram, semakin muram dalam mendung dan gerimis. Cahaya jingga matahari di ufuk barat terbias dalam awan, berkilau di putihnya travertin Pamukkale, Provinsi Denizli, Turki. Jangan bayangkan travertin empuk seperti salju. Berbeda dengan berjalan di salju yang empuk, berjalan di atas travertin yang keras terasa sedikit menusuk kaki.

Puri Kapas dan Hierapolis
pamukkale-2Travertin merupakan bentukan dari kalsium karbonat yang berasal dari sumber mata air panas yang keluar dari rekahan-rekahan sesar di bumi.dan umumnya berwarna terang seperti putih, kecokelatan atau krem. Air geotermal yangpamukkale-kota-tua-hierapolis-3 teruapkan menyebabkan terjadinya pengendapan travertin. Awalnya travertin bersifat lunak seperti jelly yang kemudian mengeras menjadi travertin.

Pengendapan travertin Pamukkale setidaknya telah berlangsung selama ratusan ribu tahun yang sebagian menutupi reruntuhan kota kuno Hierapolis. Pengendapan travertin seluas kurang lebih 10 km persegi di Pamukkale dihubungkan dengan keberadaan lapisan batuan karbonat di bawah Pamukkale dan satu jaringan rekahan yang saling berhubungan, saling memotong dan bertemu pada berbagai titik sehingga membentuk celah bagi keluarnya air.

Terdapat aquifer di dalam marmer berumur Paleozoikum dan batugamping berumur Mesozoikum yang mensuplai mata air geotermal. Setidaknya ada 17 sumber mata air bertemperatur 35-56oC di area sekitar. Air yang keluar dialirkan ke tebing hingga ke lereng-lerang dimana travertin sekarang terlihat. Ketika air geotermal yang mengandung kalsium karbonat lewat jenuh mencapai permukaan, karbon dioksida akan keluar dan kalsium karbonat akan terendapkan.

pamukkale-kota-tua-hierapolisReaksi dipengaruhi oleh kondisi cuaca, temperatur lingkungan sekitar, dan laju aliran air. Mineral kalsit dan aragonit dijumpai pada mata air travertin. Aragonit lebih suka mengendap jika temperatur panas, sedangkan kalsit terendapkan apabila temperatur lebih dingin. Pengendapan berlanjut hingga CO2 di air berada dalam kesetimbangan dengan CO2 di atmosfer. Travertin yang bersih berwarna putih, kehadiran pengotor menyebabkan warna menjadi coklat atau kekuningan.

Hamparan travertin yang putih bersih dan bentuknya yang mengagumkan ditata dengan memanfaatkan teknologi. Seperti diketahui air yang mengalir terus-menerus dapat membawa serta pengotor dan memperlambat mengerasnya jel travertin. Jika aliran air terhenti maka travertin akan mulai berubah warna menjadi abu-abu kehitaman.

Karena itu untuk mencegah terjadinya hal itu dilakukan pengaturan aliran air. Pada saat aliran air berkurang, beberapa saluran akan ditutup untuk membiarkan air tetap mengalir ke teras-teras tertentu. Proses berputar silih berganti ke seluruh area agar warna putih tetap dapat dipertahankan dan diperoleh kecantikan alam yang diinginkan.

pamukkale-travertin-pamukkale-cotton-castle-istana-kapasDi bagian atas lembah travertin terdapat puing-puing kota kuno Hierapolis yang dibangun di masa Yunani abad 2 SM. Sebagai kawasan wisata dan banyak dijumpai kolam-kolam air panas maka kawasan ini ramai dikunjungi pelancong. Pelancong dapat mandi atau berenang di kolam-kolam travertin. Hotel-hotel pernah dibangun di reruntuhan Hierapolis. Akibatnya, travertin mengalami kerusakan fisik dan perubahan warna.

Tahun 1988, dengan dinyatakannya kawasan ini sebagai Warisan Dunia UNESCO, maka semua hotel diruntuhkan. Kegiatan bagi pelancong dibatasi, tidak diperkenankan mandi di kolam-kolam atau berjalan di teras-teras travertin, kecuali pada zona yang diperbolehkan. Pada zona tertentu pelancong diperbolehkan berjalan di atas travertin dengan tanpa menggunakan alas kaki, demi untuk melindungi travertin dari kerusakan.

Travertin di Indonesia?
travertin-dolokApakah di Indonesia juga dijumpai travertin? Ternyata ada. Meskipun saya belum pernah berkunjung ke Desa Dolok Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sayangnya kawasan travertin nan cantik ini belum dikelola dengan baik. Perjalanan ke lokasi memakan waktu sekitar 3 jam dari Medan melalui jalanan yang 10 km menjelang lokasi masih belum beraspal dan penuh bebatuan.

Karena belum dikelola maka keindahan alam ini jarang terekspos dan kurang dikenal wisatawan. Padahal jika telah dikelola dengan baik dan sarana transportasi menuju ke lokasi telah diperbaiki, pariwisata di Sumatera Utara tentu akan semakin marak. (naskah dan foto: Imtihanah Rifai/Heti Palestina Yunani)