Padma Lahir, Untung Perdana Rp 4 Juta

Love, Art and Journey Membangun Padma (9)

Di saat kebungungan mencari nama itulah, saya teringat bahwa saya baru saja me-launching novel pertama The Souls: Moonlight Sonata dengan tokoh utama  Padmaningrum, dengan panggilan Padma.

Saya pikir ini momentum untuk mengingatkan bahwa dari otak saya pernah lahir tokoh bernama Padma. Maka jadilah nama Padma Tour sebagai cetusan pertama.Tetapi nama itu harus dipertimbangkan segala aspeknya. Kalau hanya Padma Tour, pasti sudah mainstream, maka kami hartus membuatnya beda.

Setelah diskusi dengan beberapa teman, lahirla nama: Padma Tour Organizer. Nama ini kami maksudkan sebagai pembeda dari travel agent lain yang rata-rata melayani jalan-jalan secara general.

Kembali tentang tantangan rekan sekantor tadi yang otomatis jadi program pembuka, jalan-jalan ke Yogyakarta dengan membawa teman sendiri ini adalah uji coba. Kami naik kereta bersama-sama, menikmati  bus baru yang kinyis-kinyis, hotel baru yang serba cling, dan makan enak dengan bonus kaos seragam khas Yogyakarta.

Naik andong dari stasiun menuju hotel, kapan lagi konvoi pake andong kalau nggak di Yogya? Ternyata dari paket perdana ini saya bisa mengantongi keuntungan Rp 4 juta. Perhitungannya begini; saya bisa ambil untung Rp 100 ribu dari tiap peserta yang jumlahnya 40 orang.

Mata saya berbinar-binar dengan laba pertama itu. Dengan mengantongi minimal Rp 4 juta dari sebuah grup, maka target saya tidak muluk-muluk sih: minimal dua grup dalam 1 bulan. Waktu itu saya belum memikirkan biaya pegawai, biaya operasional, investasi peralatan kantor, dll.

Ketika sebuah bisnis telah di mulai, maka soal promosi adalah hal yang wajib dilakukan. Bicara pemasaran, berarti itu bukan hanya penjualan tapi juga termasuk promosi, branding, dan membina hubungan dengan pelanggan.

Era internet saat ini menuntut setiap pemilik usaha melakukan promosi online, tujuannya  selain untuk meningkatkan hasil penjualan juga membuat brand mereka lebih terkenal lagi. Nah, internet adalah salah satu media yang paling baik untuk memberikan informasi kepada pengguna internet (netter) tentang bisnis mereka.

Kesadaran ini membuat saya menawarkan peluang kepada sahabat saya yang dulunya adalah partner bisnis pada sesama perusahaan multinasional, Lathifah Ambarwati atau Ifa.

Ifa yang notabene adalah pecinta dunia internet marketing, segera mengusulkan untuk membeli domain.

Tujuannya agar kami mudah ditemukan di dunia maya, orang bisa mencari kami termasuk bidang apa saja yang kami geluti, tempat yang tepat untuk memasang company profile. Nasib baik, ternyata domain www.padmatour.com belum ada yang beli. Wah rasanya seperti mendapat  jalan tol seluas Jakarta. (naskah dan foto: Wina Bojonegoro/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)