Ngimat Ayu, Homestay Indah di atas Bukit

Sukses Membuang  Stress di Bario Highlands (4)

bario4-ngimat ayu Begitu sampai saya langsung melompat turun dari bak mobil 4WD yang disopiri Scott Apoi, guide saya di Bario, Sarawak, Malaysia. Tampaklah Ngimat Ayu, homestay indah milik Scott yang dibuat dalam bentuk rumah panjang.

bario4-ruang tamu ngimat ayuRumah panjang itu berada di atas bukit. Bangunannya terlihat tradisional karena menggunakan kayu dengan sedikit sentuhan modern karena ada sedikit penggunaan semen. Dari sekian bagian, beranda rumah yang langsung menghadap ke lahan pertanian luas, sungguh menarik hati saya.

Sebab, pemandangan di sanalah yang paling pas dari atas bukit. Begitu masuk, saya penasaran dengan interior rumah yang dijadikan homestay itu. Ada sebuah lorong panjang dan sangat nyaman dihiasi dengan sisa-sisa masa lalu terlalu jelas saat saya menyusurinya.

Di salah satu sudut terdapat sofa yang nyaman dengan berbagai buku bacaan dan sebuah lemari tua berisi berbagai macam artefak khas kelabit yang tersusun rapi. Di sudut lain terdapat kursi dan meja kayu didindingnya terdapat foto-foto keluarga. Salah satunya ayah Scoot, Gerawat Aren yang merupakan salah satu orang terpandang dan pernah menjadi kepala kampung di Bario tahun 1998-2005.

bario4-gesebo di ngimat ayuNgimat Ayu terdiri dari 4 kamar yang tiap kamar memiliki 2 kamar tidur dan di dalam sudah tersedia 1 buah lemari. Fasilitas lengkap mulai dari kasur, bantal, selimut hingga handuk. Terdapat 2 kamar mandi dan 1 toilet di atas dan 1 di bawah serta 1 buah dapur yang luas lengkap dengan peralatannya.

Itu bisa diakses tamu 24 jam. Di dapur, terdapat meja makan panjang yang bisa menampung 10 orang. Rumah ini terbagi menjadi 2 tingkat. Di bagian atas untuk tamu sedangkan di kolong rumah terdapat bilik yang ditinggali Scott.

Ada 2 tangga masuk yang cukup tinggi. Jika melewati tangga di bagian depan maka kita akan disuguhkan balkon untuk bersantai untuk pagi hari berupa kursi malas dengan meja panjang serta 1 buah meja kecil yang penuh dengan kopi, cokelat dan teh siap saji yang dapat dinikmati sepanjang waktu untuk melawan udara dingin.

Masih ada 1 meja panjang dengan 4 buah kursi panjang disetiap sudutnya dan bisa digunakan untuk sarapan pagi atau snack time di sore hari. Pemandangan di bagian depan rumah juga indah, ada pegunungan yang biru dan tertutup kabut dan petak-petak sawah yang baru saja di panen. Pendeknya, sejuk sekali dan menenangkan hati.

bario4-pemandangan dari ngimat ayuJika Anda mengunjungi Bario, Ngimat Ayu bisa jadi pilihan. Kata Scott, ada 12 homestay yang dikelola warga lokal, salah satunya adalah Ngimat Ayu. Tapi harap diingat, jangan membayangkan fasilitasnya sekelas hotel karena semua homestay ini menawarkan cara hidup tradisional masyarakat Bario.

maka jangan berharap ada pendingin ruangan di kamar tidur atau air panas untuk mandi. Jika tak bisa mandi dengan air dingin, kita harus merebus air sendiri di dapur untuk mandi. Untuk makanan akan disiapkan oleh masing-masing pengelola secara tradisional di dapurnya masing-masing.

Ingat juga, tidak ada supermarket, kafe atau restoran. Di Bario hanya ada pasar rakyat dan toko kelontong. Itupun di lokasi tertentu seperti di dekat bandara atau pusat pemerintahan. Untuk sebuah cara menghindari stress, tinggal di homestay Ngimat Ayu sungguh pilihan tepat untuk saya. (teks dan foto: Dony Prayudi/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)