Ngadem di Chapultepec Lanjut Nonton Gulat

Wisata Meksiko dari Kota Lahir Marimar (1)

mexico kastil (4)Karena mengingat cantiknya Thalii dalam film Marimar di TV yang saya saksikan di masa kecil sekira usia 7-8 tahun pada tahun 1994, saya jadi ngebet mengunjungi Meksiko. Itu saya lakukan ketika saya memutuskan untuk pergi ke Amerika Selatan. Lagi pula saya penggemar makanan Meksiko.

Di negeri itu saya sempatkan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata utama di Mexico City, kota lahir Marimar (Thalia) yang merupakan Ibu Kota Meksiko. Ada satu tempat ternama di kota itu yaitu Bosque de Chapultepec.

Untuk mencapai Chapultepec Park ini kita bisa menggunakan kendaraan umum seperti bus dan taksi dengan rute Viaducto Miguel Alemán dari pusat Kota Mexico City sekitar 25 menit perjalanan. Tempat yang biasa hanya disebut Chapultepec Park itu merupakan sebuah taman di mana di tengah-tengah taman itu terdapat kastil.

mexico kastil (3) Sebagai taman, Chapultepec Park memang nyaman. Kita bisa menghirup udara segar sambil bersantai di bawah pohon yang rindang, jadi kita bisa adem di situ. Chapultepec Park merupakan salah satu taman kota terbesar di Amerika Utara.

Taman ini dibuat pada tahun 1940 pada masa penjajahan Spanyol dengan luas seluruhnya lebih dari 686 hektar. Di ujung taman pengunjung dapat melihat Los Pinos yang menjadi kediaman Presiden Meksiko.

Chapultepec Park juga menjadi salah satu tempat favorit wisatawan untuk melakukan berbagai aktivitas. Di dalam area taman terdapat danau, kebun binatang dan kolam renang. Anda juga bisa berperahu atau bermain kayak. Sekitar 15 juta wisatawan lokal dan turis asing yang mengunjunginya setiap tahun.mexico kastil (1)

Setelah dari taman ini, saya segera ke Arena, yaitu sebuah indoor stadion di mana kita dapat menonton Lucha Libre, sebuah pertunjukan khas Meksiko. Biasanya orang Meksiko memboyong keluarga mereka untuk menikmati aksi gulat dari pegulat-pegulat (luchadores) dengan mengenakan topeng. Aktor-aktor ini memiliki nama yang unik dan kostum tersendiri.

Saya datang pukul 2 sore ke kios di depan Arena untuk membeli tiket nonton pukul 7 malam. Tujuannya, saya ingin memastikan bahwa saya membeli tiket di tempat yang resmi untuk menghindari joki, atau lebih parah lagi, tiket palsu, yang mana sering dialami orang-orang yang datang ke arena hanya sebelum acara dimulai.

Untuk pengalaman yang lebih mendebarkan saya membeli tiket 7 meter dari ring seharga Rp 200 ribu. Setelah istirahat di hostel, pukul 6 sore saya sudah berada di arena lagi untuk melihat kostum dan topeng warna warni karakter luchadores ini yang dapat dibeli sekitar Arena sebelum dan sesudah acara dimulai.

Lucha Libre, menurut saya merupakan sebuah pengalaman unik dan sangat organik. Pastikan Anda pergi beserta dengan banyak orang supaya lebih seru, karena di sana kita akan ikut berteriak atau ikut mengutuk idola kita bersama teman-teman. Asyiknya jika sambil menikmati tequila yang dibawa salah seorang teman! (naskah dan foto: R. RR. Cornellia Widiastuti/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)