Kota Transit, Miri Tak Hilang Pesona

Mari Kemari Singgah ke Miri (2)

anak-kampung-sedang-bermain
Anak-anak Miri yang ramah

Masih tentang kawasan North Yu Seng yang mengagetkan saya karena banyak memutar lagu-lagu Indonesia. Tapi wajar saja kalau lagu Indonesia banyak diputar di Miri. Dari data statistik BPS Provinsi Kalimantan Barat, Miri menduduki ranking pertama sebagai tujuan para TKI asal Kalimantan Barat.

resortSebenarnya saya masih penasaran untuk terus berkeliling Miri di malam hari. Tapi saya sudah terlalu lelah sehingga saya putuskan berjalan kembali menuju taksi. Selama perjalanan ke hotel, saya sembari berbincang dengan supir taksi. Saya bertanya mengapa tempat seperti itu tadi bisa ramai. Sopir taksi itu hanya tersenyum sembari menjelaskan bahwa yang paling banyak datang ke sana justru warga Brunei Darussalam dan ekspatriat. Mereka ini bekerja di perusahaan minyak di beberapa pulau seperti Labuan. Maka saat akhir minggu, bisa dipastikan seluruh hotel, pub, dan restoran akan penuh dikunjungi.

Si sopir lalu menunjuk sebuah mall yang super megah, Permaisuri Mall. “Orang Brunei itu kaya-kaya, orang puteh yang kerja minya’ pon banyak duet. Mereke habiskan kat sini. You lihat itu mall? Semua brand mahal semua ada,” kata si sopir taksi yang tak saya kenal namanya, menjelaskan sambil tertawa.

keadaan-kampung
Salah satu kondisi kampung di Miri

Tentang Miri, saya salut. Dengan penduduk hanya 350.000 jiwa, kota Miri menjadi kota terbesar ke dua di Sarawak. Perkembangan ekonominya boleh di bilang berkembang pesat. Bayangkan saja, 80% bangunan di Miri adalah hotel, beberapa bertaraf  internasional dan berbintang 5. Tapi Miri bukanlah kota wisata. Kota ini lebih di kenal sebagai kota perdagangan. Miri juga biasanya dijadikan transit pagi pelancong untuk menuju ke beberapa tempat wisata dataran tinggi seperti Bario Haighland dan Mulu National Park. Tapi masih ada beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi seperti Lambir Hills yang memiliki air terjun lumayan tinggi. Ada Loangan Bunut National Park yang merupakan hutan hujan. Namun saat musim hujan seperti saat saya ke sana, saya tidak menyarankan karena keadaan jalan yang buruk.

the-rad-trads2
Borneo Jazz Festival

Bersama Paul Victor, pemandu wisata, saya menikmati aroma Miri sejak pagi. Seharian itu, saya sempatkan melihat pantai. Meski bukan wisata, tradisi Miri banyak yang bisa dinikmati seperti Makan Tahun dan Begendang yang nanti saya ceritakan lebih detail.

taman-kampung-dan-pak-jalil
Pintasan Tiris Bekenu

Daya pikat Miri ya tentu saja Borneo Jazz Festival. Tapi bukan hanya itu. Anda juga bisa menyusuri kota menikmati tempat wisata kampung Pintasan Tiris Bekenu. Ada tempat tinggi namanya Canada Hill, lalu Museum Grand Old Lady, sebuah taman Piasau Nature Reserve, dan resort-resort di tepi pantai. Mau menyusul saya ke sini? Mari ke mari. Untuk mengunjungi Miri tidak perlu persiapan berlebihan kok. Biasanya kota ini hanya dijadikan kota transit untuk ke Kota Kinabalu, Bandar Sri Begawan, Mulu National Park atau Dataran Tinggi Bario.

Saran saya perhatikan musim ketika datang ke sini. Jangan datang pada musim hujan karena beberapa tempat wisata tidak bisa dikunjungi. Bawa pakaian yang nyaman untuk beraktivitas sehari-hari karena tingkat kelembaban Miri cukup tinggi sehingga gampang berkeringat. Bawa pelindung air untuk kamera dan smartphone Anda. Bawa lotion antinyamuk, karena serangga di pantai pada musim kering. Kalau perlu lotion antiultraviolet untuk muka dan tubuh, multivitamin, tolak angin serta obat-obatan yang Anda butuhkan.

bapak-bapak-mengikat-dan-menyusun-kelupis
Tradisi Makan Tahun

Penerbangan ke Miri bisa dari Jakarta menuju Pontianak atau Kuala Lumpur kemudian dilanjutkan menuju Brunei Darussalam atau Kuching lalu Miri. Jika ingin menggunakan bus bisa dimulai dari Pontianak atau Kuching atau Brunei Darussalam menuju Miri. Pesawat yang digunakan bisa menggunakan Malaysia Airlines (Maswings), Air Asia, Garuda dan Fly Asian Xpress. Untuk harga tiket pesawat biasanya tergantung dari maskapai yang digunakan. (naskah dan foto: Dony Prayudi/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)