Minerva, Gedung yang Didesain Bung Karno

Tiga generasi lampau Kupang pernah bangga memiliki sebuah gedung bioskop besar milik seorang China kaya raya bernama Kon Seong. Selain memutar film, gedung ini juga dipakai sebagai gedung pertemuan. Di sinilah saya ‘berkenalan’ dengan film-film besar dan para artis besar.

Deretan artis-artis dalam negeri terutama pemain-pemain dalam film “Tiga Dara Asmara” seperti Mieke Wijaya, Alice Iskak, hingga Lies Noor yang mati muda. Lie cantik sekali. Post card-nya bahkan masih saya gantung dekat pintu rumah.

Lama-lama saya mengenal film besar dari Hollywood seperti “To Hell and Back”, “Tarzan”, “Bomba”, “Robbin Hood”, “Julius Caesar”, “Saturday’s Hero”, “Ben Hur”, Nero, juga film kartun Peter Pan dan masih banyak lagi.

Pujaan saya bertambah dari artis-artis barat seperti Rock Hudson dan Jane Leight, Liez Taylor, Marlyn Monru, Micke Ronny, Audy Murphy, Johny Weissmuller (Tarzan IX), Lex Barker (Trarzan X), Jeffry Hunter, Doris Day, Claudia Cardinale, dan Brigita Bardot. Atau si bomb sex Sophia Loren. Tetapi saya paling senangi adalah wajah Pearl Angely.

Di samping bioskop terdapat lapangan basket. Tak banyak yang sadar bila di lapangan basket ini lahirlah pebasket nasional Teuku Dahid. Di seberang jalan gedung, terdapat Pabrik Es Minerva. Dari sana, setiap subuh ratusan balok es disebarkan ke seluruh penjuru Kupang.

Dulu pintu utamanya menghadap ke utara ke jalan utama. Pada pintu tertulis dalam Bahasa Belanda, Minerva Ijs Fabriek. Kemudian hari, pintu utama dipindahkan ke sebelah timur dengan tulisan berbahasa Indonesia: Pabrik Es Minerva seperti yang bisa dibaca di foto itu.

Sekarang pabrik ini sudah tak berfungsi. Tapi tetap menjadi cagar budaya karena desainnya dikerjakan oleh Bung Karno. Tatkala itu Bung Karno dibuang ke Ende dan dekat dengan orang-orang China yang membantunya dalam berbagai hal.minerva2

Maka Kon Seong yang tahu bahwa Bung Karno adalah seorang arsitek, ia meminta bantuan pada Bung Karno. Sayang sekali gedung ini tidak terawat sebagai layaknya cagar budaya. Beberapa bagian gedung, rusak.

Kon Seong juga memiliki mesin pembangkit tenaga listrik yang pertama di Kupang, yang melayani banyak langganan. Di samping itu ia juga memiliki pompa bensin (SPBU) yang pertama di Kupang. Semua mobil di daratan Timor yang masih sedikit itu mengisi bensin di sini.

Ia memiliki istri dari Suku Sabu yang merupakan putri dari orang Sabu terkaya Petrus Hiku. Petrus juga ayah angkat ayahanda saya. Lebih tiga dasawarsa lalu, saya masih bertemu putra sulung Kon Seong di rumah saudara sepupunya alm. Bung Chriss Silalahi di Jalan Dewi Sartika 136, Cawang, Jakarta Timur.

Banyak kenangan dengan tokoh-tokoh yang dulu menghidupkan Kota Kupang pada menjelang dan awal kemerdekaan hanya dari gedung ini. (naskah: Peter Rohi/foto: Peter Rohi dan Pelipus Libu Hero/editor: Heti Palestina Yunani)