Menyaksikan Bidadari Mandi di Lembah Harau

8Kawasan Lembah Harau berada di daerah perbukitan terjal dan bergelombang. Secara administratif, destinasi wisata di Kota Payakumbuh ini terletak dalam wilayah Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Lebih kurang 47 km dari kota wisata Bukittinggi dan 148 km dari Padang, ibukota provinsi. Lembah Harau dilingkupi oleh tebing-tebing terjal dengan ketinggian mulai dari 250 meter hingga  650 meter.

Di kawasan cagar alam Lembah Harau ini terdapat empat buah air terjun dengan ketinggian 100-170 meter. Sejak lama,  orang-orang  di sekitar Lembah Harau merawat sebuah mitos perihal keindahan alam di sana. Dipercayai, bilamana ada pelangi, maka para bidadari akan turun dari langit, dan mereka mandi di empat telaga yang masing-masing terbentuk oleh air terjun.

Empat sungai tersebut adalah Sarasah Air Luluh, Sarasah Bunta, Sarasah Murai, dan Sarasah Akar Berayun. Percaya atau tak, pada 2008 lalu, kamera telpon seluler milik seorang pengunjung, secara tidak sengaja merekam gambar rombongan bidadari berbusana putih-putih sedang mandi di bawah air terjun. Saat ini foto tersebut masih tersimpan di kamera ponsel para pedagang di sekitar air terjun Sarasah Bunta.

Pemerintah kolanial Belanda menyebut Lembah Harau dengan istilah ‘Hemel Arau’ (Sorga Harau). Ini bermula pada tahun 1926, ketika seorang asisten residen JHG Boissevain mengungkapkan keterpesonaannya setelah mengamati keindahan Lembah Harau; “Hemel…hemel…” (Indah, seperti sorga). Tak lama berselang selepas kekaguman JHG Boissevain, dibuatlah sebuah prasasti tertanggal 14 Agustus 1926, dari Batu Marmar, lalu dipahatkan pada salah satu dinding Sarasah Bunta.

3editSebagai hutan lindung, kawasan Lembah Harau dihuni oleh berbagai jenis satwa, di antaranya monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis), siamang (hylobatessyndactylus), dan simpai (presbytis melalopos). Selain itu a da 19 spesies burung yang juga dilindungi di hutan itu,  di antaranya, burung kuau (argusianus argus) dan enggang (anthrococeros sp).

Destinasi wisata Lembah Harau terdiri dari tiga kawasan, yaitu Akar Berayun, Sarasah Bunta, dan Rimbo Piobang. Akar Barayun memiliki keindahan air terjun yang belakangan sudah dilengkapi dengan fasilitas  kolam renang. Tebing-tebing terjal di sekitar Akar Berayun biasanya digunakan sebagai arena olahraga panjat tebing. Sejumlah titik di sekitar tebing terjal tersebut dapat memantulkan suara (echo).

Menurut legenda yang berkembang di sekitar Lembah Harau, Sarasah Akar Barayun, di masa lalu adalah laut. Bebatuan yang terdapat di sana dipercayai sebagai batu-batu yang berasal dari dasar laut. Di antara dua dinding batu yang terjal, menggelantung sebuah akar pada saat pasang naik terbenam dan saat pasang surut akan tampak di permukaan air, dan terayun-ayun ditiup angin.

18 editSementara itu, Sarasah Bunta terletak di sebelah timur Akar Berayun, dengan empat air terjun dan masing-masing memiliki telaga. Air jernih yang mengalir dan melewati dinding-dinding batu sebelum jatuh ke permukaan telaga dipercayai dapat menghilangkan jerawat dan membuat para wanita awet muda. Mitos ini ada hubungannya dengan para bidadari yang turun mandi di empat telaga tersebut pada waktu-waktu tertentu. Barangkali saja, para pengunjung yang mandi atau sekadar membasuh muka di telaga-telaga Sarasah Bunta dapat mewarisi kecantikan para bidadari.

Selain Sarasah Bunta, di kawasan ini ada pula air terjun yang biasa disebut Sarasah Murai. Nama ini popular barangkali karena di sana banyak sekali burung murai yang sedang memadu kasih. Belakangan Sarasah Murai dipercayai sebagai tempat untuk berdoa meminta jodoh bagi para pengunjung yang belum menikah. Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pagi di Lembah Harau tak perlu repot-repot harus kembali ke penginapan di pusat Kota Payakumbuh.

Di sekitar Akar Berayun dan Sarasah Bunta, cukup banyak penginapan dengan konsep homestay dan daya tampung yang cukup memadai. Tersedia pula arena outbond bagi tamu-tamu rombongan. Anda bebas berteriak di dinding-dinding tebing batu, lalu menikmati pantulan gema suara Anda, yang tidak akan bisa ke mana-mana, lantaran terkepung oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi itu. (naskah dan foto: Damhuri Muhammad/hpy)