Menunggu Raja Mengganti Jubah Patung

The Grand Palace: Simbol Spiritual Siam (1)

grand-palace-8Antrean turis terlihat mengular setelah saya memasuki gerbang masuk Grand Palace yang menghadap ke alun alun Sanam Luang. Semula saya menduga mereka mengantre membeli tiket masuk. Maklum meski baru pukul 8 pagi tetapi keramaian sudah terasa dengan hadirnya ratusan pelancong yang didominasi turis Eropa.

Usut punya usut mereka ternyata berbaris antre untuk meminjam kain. Untuk memasuki kawasan ini memang mensyaratkan berpakaian sopan. Bagian tubuh dari pundak sampai betis harus tertutup. Jika Anda ber-tank-top ataupun celana di atas lutut, secara otomatis akan dibelokan petugas ke ruang peminjaman kain seperti ratusan turis yang terlihat itu.

Untunglah saya sudah mengetahui aturan ketat tersebut sehingga bisa melenggang masuk. Loket tiket sendiri masih berjarak sekitar seratus meteran. Anda akan melewati lapangan hijau yang luas di sisi kiri dengan latar belakang bangunan warna keemasan di kejauhan. Aura kemegahan mulai terasa di antara hiruk pikuk.

grand-palace-9Pagi itu suasana memang begitu ramai. Aneka macam bahasa terdengar di telinga saya. Menurut info, turis dari berbagai penjuru dunia yang keluar masuk Grand Palace jumlahnya bisa ribuan bahkan mencapai puluhan ribu per hari. Pintu loket dibuka mulai pukul 08.30 hingga 15.30. Tiket masuk dibandrol 500 Baht atau sekitar Rp 200 ribu. Bisa terbayang bukan berapa besar pemasukan pengelola istana ini setiap bulannya?

The Grand Palace (Istana Raya) atau yang dalam bahasa Thai disebut Phra Borom Maha Ratchawang ini sesuai sebutannya “Grand”, memang luas, mewah dan megah. Dibangun tahun 1782 oleh Raja Rama I sebagai hunian kerajaan selama 150 tahun.

grand-palace-4Namun saat ini hanya digunakan untuk acara acara resmi kenegaraan. Karena sang Raja bersama keluarga kini bermukim di Istana Chitralada (masih di wilayah kota Bangkok) dan Istana peristirahatan Klaikangwon di Kota Hua Hin. Meski demikian Grand Palace tetap menjadi simbol spiritual dan kekuasaan Kerajaan Siam.

Saat ini Grand Palace menjadi destinasi teratas kunjungan wisata di Bangkok. Kompleks ini berlokasi di sisi timur Sungai Chao Praya. Luasnya 218,000 meter persegi di kelilingi empat tembok kokoh sebagai pelindung sepanjang 1.900 meter berikut kanal-kanal di sisi luar yang menyerupai pulau.

grand-palace-3Tidak seluruh area dapat di jelajahi karena separuh dari kawasan Grand Palace masih tertutup untuk umum. Namun tetap banyak spot yang menarik untuk ditelusur. Salah satu bangunan yang paling mencuri perhatian adalah Wat Phra Kaew.

Di dalamnya Anda bisa melihat patung tersakral di negeri Siam yaitu the Emerald Buddha, sebuah patung Buddha terbuat dari giok setinggi 45 cm.  Jika beruntung, wisatawan bisa menyaksikan upacara penggantian jubah patung yang dipimpin raja.

grand-palace-12Pelaksaannya dilakukan tiga kali setiap tahun, yaitu saat musim panas, musim hujan, dan musim dingin. Layaknya tempat sakral di Thailand, penggunaan kamera tidak diperkenankan di dalam ruangan ini. Kuil ini berada dalam area yang disebut Phra Ratchathan Chan Nok. Sebuah area terluar sisi utara yang berfungsi sebagai kapel kerajaan.

Di sekitar bangunan ini terdapat sejumlah bangunan lain yang umumnya didominasi balutan warna emas yang diyakini merefleksikan simbol kemurnian. Seperti Phra Siratana Chedi, sebuah stupa berwarna emas yang begitu menonjol dari kejauhan hingga perpustakaan Phra Mondop di sebelahnya yang penuh ukiran dan detail. Total ada 12 bangunan berbagai ukuran di area ini. (naskah dan foto: Dammer Saragih/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)