Menunggu Penyeberangan Bersama Trio Surabaya

Road Trip Nekat Mengeksplorasi Selatan Indonesia (24)

Pagi hari selesai sarapan ternyata pihak ASDP masih belum mendapatkan kabar jika diperbolehkan untuk melakukan penyeberangan. Pada hari itu, waktu diisi dengan kegiatan mengobrol bersama para warga di sekitar Labuan Bajo, dari mulai perajin batu akik hingga ibu-ibu yang berdagang di sekitar pelabuhan. Sorenya saya pun hanya menikmati pemandangan ikan-ikan asin yang dijajakan di pasar tradisional Labuan Bajo.Diasinkan

Hari ke dua di Labuan Bajo ternyata pihak ASDP masih belum melakukan penyeberangan, beruntung hari itu ada kawan dari Bandung yang datang dengan penerbangan untuk melakukan sailing trip menuju Lombok. Hari pun diisi dengan bercerita panjang lebar tentang perjalanan hampir 22 hari itu. Selain kedatangan teman dari Bandung, ternyata trio Surabaya memberikan kabar bahwa mereka ada di Labuan Bajo.

Pasar Ikan
Pasar ikan

Mereka juga mengalami hal yang sama saat di Maumere. Rencana road trip mereka yang akan diakhiri di Pelabuhan Maumere dan dilanjutkan dengan penyeberangan langsung menuju Surabaya ternyata mengalami hal yang sama, tidak tersedia. Mereka sempat tertahan selama dua hari di sana dan menyusuri kembali jalur darat dengan niat bisa menyeberang dari Labuan Bajo.

Menuju Bima
Menuju Bima

Kami berkumpul, senasib, menunggu penyeberangan, berharap hari Senin keesokannya sudah bisa menyeberang menuju Sumbawa. Berdasarkan perhitungan saat itu saya pun memutuskan untuk tidak melanjutkan ke Pulau Sumba dan Timor karena waktu yang tidak memungkinkan. Eksplorasi selatan Indonesia kali ini pun harus dicukupkan hingga Pulau Flores, kelak Sumba dan Timor menjadi destinasi yang harus dijelajahi untuk melunasi niat judul perjalanan kali ini.

Hari Senin ternyata penyeberangan menuju Sumbawa dibuka, antrean pun sudah memanjang sebelum loket dibuka oleh petugas. Beruntung saya dan trio Surabaya mendapatkan tiket penyeberangan, sementara kawan saya dari Bandung memulai sailing trip-nya menuju Lombok pada hari itu. Kondisi kapal pun sangat penuh, tidak mengapa asalkan kita bisa menyebrang menuju Sumbawa. (naskah dan foto: Geraldine Fakhmi Akbar/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)