Menunggu Matahari Terbit dari Balkon

Menginap di Suarapura Resort & Spa Bali (3)

Suarapura-Infinity pool – Suarapura resort & spaBanyak pilihan aktivitas yang bisa dilakukan di Suarapura Resort & Spa. Kita bisa melakukan yoga dan meditasi, berenang di infinity pool, atau mungkin merelaksasikan diri dengan mengambil paket spa. Saya sendiri lebih memilih ber-leyeh-leyeh di pinggir kolam, membaca buku sambil menikmati udara sejuk. Menikmati sore saja juga asyik kok. Sebab saat hari semakin sore, udara sejuk semakin terasa.

Suarapura-Fish poached yang bercita rasa segar – Matahari restaurant, Suarapura resort & spaNah, kalau area outdoor-nya tak kalah lho. Saya bisa breakfast esok harinya di hari ke dua ditemani valley view dan ciutan burung-burung. Staf restoran menyodorkan menu dan menjelaskan beberapa menu di antaranya. Saya memutuskan memilih menu Fish Poached. Itu sejenis masakan dengan olahan ikan yang cita rasanya segar. Sangat cocoklah kalau dimakan saat udara dingin di Suarapura.

Setelah icip-icip menu utama, rasanya kurang puas kalau tidak mencoba dessert. Jadi, saya memesan brownies dan black rice pudding untuk hidangan penutup dan sajian dessert ini juga ternyata enak. Oh ya, di tengah kegiatan icip-icip di sore hari itu, saya disapa oleh owner Suarapura yang sangat friendly. Itulah mengapa saya menyukai Suarapura karena dari keramahan saja sudah dimulai dari staf hingga owner.  

Ia begitu aware terhadap setiap tamu yang menginap. Menurut saya hal seperti itu sangat penting. Jadi poin itu melengkapi alasan saya menyukai Suarapura. Di awal tulisan ini (edisi 1, Red), saya sebutkan bahwa salah satu alasan mengapa saya mengatakan Suarapura ini mempunyai value lebih karena selama berada di sini, atmosfer yang tercipta sangat luar biasa. Mulai dari suasana damai, udara segar, makanan dan minuman yang juga enak, dan fasilitas yang lengkap.

Suarapura-Langit yang merona jingga dipagi hari – Suarapura resort & spaSalah satu bagian terbaik menginap di sini selain semua yang sudah saya ceritakan di atas adalah mereka punya sunrise view yang keren banget. Saya sih tak mau kehilangan momen seperti ini. Saya bangun sebelum matahari terbit, langit masih gelap gulita dan hanya sekadar duduk di balcony. Itu kalau Anda tahan dingin lho ya. Kalau nggak ya dari dalam kamar saja juga boleh kok.

Dari balkon itulah saya menanti sang surya yang perlahan meronakan langit. Warna jingga mulai menghiasi langit, memperlihatkan awan-awan yang bergerak perlahan. Duh rasanya saya tidak ingin beranjak dari balcony di kamar ini. Nah, kalau cuacanya lagi bagus, puncak Gunung Agung juga akan kelihatan. (naskah dan foto: Yenny Fyfy/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)