Menuai Cinta Abadi di Aphrodite Rock

mitoscinta 3Siprus, pulau terbesar ketiga di Lautan Mediterania, tak hanya memiliki kekayaan alam mengagumkan. Pantai-pantai berpasir putih dan berair jernih, perkebunan zaitun, dan juga pegunungan. Namun juga, merupakan panggung terbuka mitologi yang masih hidup hingga kini. Sebuah pulau romantis, sekaligus indah.

Lokasinya di Lautan Mediterania di selatan Eropa dan seringnya matahari bersinar ramah membuat pulau ini menjadi tujuan wisata favorit warga Eropa yang letaknya lebih utara. Saya dan keluarga berkunjung di bulan Oktober. Musim gugur di Eropa. Namun masih musim panas di Siprus. Dengan suhu udara berkisar 30°C.

mitoscinta 2Di sini, saya mengenal legenda Dewi Aphrodite. Dewinya bangsa Siprus. Dewi kecantikan sekaligus dewi cinta dalam cerita mitologi Yunani kuno. Legenda ini masih hidup dan dipelihara di Siprus. Bahkan jadi tujuan wisata. Ada rute-rute budaya Dewi Aphrodite, situs-situs pemujaan dan tempat-tempat petilasan sang dewi.

Negara Siprus sendiri hingga kini masih terpecah dua. Bagian selatannya banyak dihuni oleh warga keturunan Yunani. Mereka menggunakan Bahasa Yunani. Mayoritas memeluk agama Kristen Ortodoks. Sedangnya sepertiga wilayah pulau di utara dikuasai keturunan Turki. Mereka berbahasa Turki dan beragama Islam.

Menyeberang perbatasan, serasa mengunjungi dua negara berbeda. Setidaknya terdapat 3 rute budaya yang berhubungan dengan Aphrodite: Amathous, Kition, dan Palaepafos Aphrodite Cultural Routes. Selama berada di Siprus, kami sempat mengunjungi atau melewati beberapa situs tersebut.

Kami sekeluarga menginap di Kota Larnaca. Dalam wilayah Kition Aphrodite Cultural Routes. Kition ada di luar Kota Larnaca. Sebuah situs bersejarah dengan peninggalan yang memaparkan mitologi masa silam.

mistoscinta 4Dahulu di dekat danau garam dibangun sebuah pemujaan untuk Dewi Aphrodite. Kami sempat berjalan mengelilingi danau tersebut. Danau yang dulunya menjadi tempat penambangan garam. Danau ini tidak terhubung langsung dengan laut. Namun airnya asin.

Di sore hari burung-burung flamingo beterbangan dan hinggap di danau yang dangkal. Di dekat Kota Limassol, di selatan Siprus, jejak Aphrodite ditemukan di situs arkeologi Amathous. Amathous merupakan sebuah kerajaan kecil di zaman antik, penyembah sang dewi cinta. Di sini pengunjung bisa menyaksikan Temple of Aphrodite.

Salah satu tempat petilasan Dewi Aphrodite penting yang kami kunjungi selama di Siprus adalah Petra Tou Romiou. Tempat kelahiran sang dewi, dikenal sebagai Karang Siprus atau Aphrodite Rock. Sebuah formasi batuan di pantai dekat jalan raya antara Kota Limassol dan Pafos.

Sebuah tempat penuh legenda, sekaligus magnet bagi wisatawan. Lokasi ini berada di Palaepafos Aphrodite Cultural Routes. Ada bus dari Kota Pafos ke mari, tapi sangat jarang. Saat itu kami datang dengan mobil sewaan.

mitoscinta 1Jalanan menuju ke sana membujur di pinggir pantai yang salah satunya sisinya dibatasi tebing terjal. Kontrasnya warna biru laut dengan tebing karang berwarna putih menciptakan pemandangan indah. Sesekali terlihat batu-batu rontok dari tebing ke jalan raya.

Di pagi hari, pantai ini masih sepi pengunjung. Menurut legenda, Dewi Aphrodite muncul dari sebuah kerang di Petra Tou Romiou. Penduduk Siprus menariknya ke daratan. Tak hanya legenda, berbagai mitos pun melingkupi tempat ini.

Di pepohonan menuju pantai, saya lihat banyak sekali kertas-kertas atau kain diikat dan menggantung di dahan dan ranting. Pohon doa, kata orang. Itu tempat orang menulis serta menyematkan keinginannya. Mitosnya, barang siapa mandi di pantai ini saat purnama, akan jadi lebih cantik sebeb bulan adalah lambang Aphrodite.

Dan barang siapa yang berenang mengelilingi Karang Aphrodite tiga kali, bakal awet muda. Jika berenang keliling karang tiga kali bersama pasangan, akan menuai cinta abadi. Konon, banyak pula mereka yang mendamba keturunan juga berenang di pantai ini. (naskah dan foto: Irawati Prillia – keluargapelancong@googlemail.com / editor: Heti Palestina Yunani)