Menikmati Ketinggian 3.280 meter di Bumi Borneo

Sukses Membuang  Stress di Bario Highlands (1)

bario1-pemandangan BarioIngat kan kalau Pulau Kalimantan sebenarnya tak hanya milik kita. Kalimantan atau Borneo, juga dihuni dua negara lain yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam. Sebelumnya, Borneo pernah saya jelajahi dari negeri sendiri. Kali ini saya ingin menjamah bumi Borneo dari Sarawak, sebuah negara bagian di Malaysia.

Di Sarawak, ada banyak lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu yang masuk tempat teratas untuk disinggahi adalah dataran tinggi Bario atau Bario Highlands. Inilah salah satu tempat sejuk dan dingin seperti layaknya di Bogor atau Dieng.

Awalnya sih saya merasa asing dengan Bario Highlands. Sampai beberapa bario1-bersama anak dari kampung pa umorteman saya dari Sarawak Malaysia meyakinkan saya untuk mengunjunginya. Kebetulan rencana ini diamini oleh teman dari Thailand dan Filipina yang bersedia ikut serta. Seperti saya, mereka bersepakat untuk bersama-sama menjauh dari kehidupan kota. Pokoknya, menghindari stress.

Buat saya, ada tantangan menjelajah Bario Highlands. Serunya saya turunkan dalam 7 seri pertandangan perdana ke sana. Mulai saya cerita ya. Bario terletak di dekat perbatasan Sarawak dan Kalimantan (Indonesia), tepatnya di kaki dataran tinggi Kelabit. Ia merupakan bagian utara dari Apo Duat dekat Gunung Murud. Dataran tinggi Bario ini disebut juga Bariew yang berarti lembah angin dalam Bahasa Kelabit.

bario1-pemandangan dari beranda ngimat ayuDisebut begitu karena tempat ini memiliki udara segar dan sangat sejuk. Rata-rata suhu normal sepanjang tahun berkisar 16-25 derajat Celcius. Di dataran tinggi ini kita bisa menikmati wisata di atas ketinggian 3.280 meter di atas permukaan laut. Bario tidak hanya dimiliki orang Bario tapi dimiliki kampung besar lain seperti Ba’kelalan dan dua kampung kecil, Long Lellang dan Long Seridan.

Bario sendiri juga nama yang unik. Artinya mengundang saya yang semula ogah jadi ingin berpetualang ke sana. Katanya, ‘ba’ berarti sawah padi dan ‘rio’ berarti angin, juga dalam bahasa Kelabit. Jadi, Bario senantiasa sejuk.

Saking sejuknya, ada kalanya suhu turun hingga 6-11 derajat Celcius. Makanya kita harus menggunakan pakaian tebal terutama pada waktu pagi dan sore hari. Bario dikelilingi hutan tebal dan gunung-gunung termasuk gunung tertinggi di Sarawak yang ada di Bario, yaitu Gunung Murud (7,946 kaki dari atas permukaan laut).bario1-gunung di Bario

Bario merupakan rumah dari orang Kelabit. Juga merupakan rumah bagi 6000 orang dari sub Suku Lun Bawang, Kayan dan Kenyah. Mereka inilah yang akhirnya disebut sebagai orang Kelabit. Jika dijumlahkan dengan kampung kampung yang lebih kecil lainnya berjumlah 10 kampung dan Bario menjadi ibu kotanya.

Yang khas, ada rumah panjang. Jumahnya 15 di dataran tinggi Kelabit, sementara di distrik Bario ada 7. Rumah panjang tertua adalah Bario Asal yang diikuti Lung Palang, Arur Dalam, Pa ‘Ramapoh Atas, Pa’ Ramapoh Bawah, Pa ‘Derung, Padang Pasir dan Kampung Baru. Menurut catatan sejarah, semua rumah panjang tergabung di Bario sekitar tahun 1960-an.

bario1-rumah pendudukJumlah total penduduk Kelabit di Sarawak sekitar 6000-7000 orang. Yang mendiami dataran tinggi itu sekitar 800-1000 orang. Menurut Scott, guide saya di Bario, penurunan jumlah penduduk di Bario akibat banyak yang pergi keluar untuk sekolah, kerja bahkan pindah ke luar negeri.

Untuk yang masih tersisa di sini mereka memilih bertani padi Bario di sawah, bercocok tanam nanas dan mengolah garam. Pantas saja banyak sawah yang terhampar luas. Dengan segala informasi umum itu saja, saya justru yakinkan ada Anda sekarang, Bario adalah salah satu tempat yang tak boleh dilewatkan dari Borneo.

Kalau mau mengunjungi Bario, kita bisa mencapainya dengan angkutan udara atau darat. Meski saya yang berada di Pontianak, menuju Bario tergolong jauh. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencapainya dari Pontianak, bisa dengan jalan darat plus udara atau langsung melewati udara.bario1-pemandangan dari atas pesawat

Titik utama masuk yang harus dituju untuk sampai ke Bario adalah Kota Miri. Jika ingin mencoba jalan darat bisa berangkat dari Pontianak dengan menggunakan bus menuju Miri kurang lebih selama 14 jam. Setelah itu Anda bisa menumpang mobil melewati jalan logging pengangkut kayu.

bario1-bandara marudiUntuk itu, Anda harus menunggu mobil 4WD menuju ke Bario. Jika jalanan dan cuaca bersahabat, perjalanan ini bisa memakan waktu seharian. Tapi jika menggunakan angkutan udara, hanya membutuhkan waktu 40-50 menit dengan transit di Bandara Marudi. Nah, bagaimana saya sampai ke Bario? Ikuti seri berikut. (teks dan foto: Dony Prayudi/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)