Menhir Tempat Berunding dan Bermusyawarah

Watu Sumanti, Koleksi Kekayaan Budaya Sulawesi Utara (1)

Banyak orang mengenal Sulawesi Utara hanya dari keindahan taman laut di Pulau Bunaken. Namun, kota yang berjuluk Kota Nyiur Melambai tersebut menyimpan begitu banyak keindahan wisata dan budaya selain Bunaken. Salah satunya adalah wisata budaya Watu Sumanti.

watu kayawa (1) Watu, -seperti dalam Bahasa Jawa-, dalam Bahasa Minahasa juga berarti batu. Sedangkan Sumanti berarti memainkan pedang. Watu Sumanti sendiri terletak di dua tempat berbeda di Sulawesi Utara, yaitu di Tikala Ares, Manado, dan Watu Sumanti Gua Jepang, Kayawu, Minahasa Selatan.

Dalam dua tulisan saya ini akan saya jelaskan kedua Watu SUmanti di Sulawesi Utara itu. Keduanya sama-sama memikat bagi penyuka wisata sejarah. Keduanya yang merupakan koleksi kekayaan budaya Sulawesi Utara itu layak untuk disinggahi para Padmakers. Yuk dengan saya ke Watu Sumanti, Goa Jepang Kayawa dulu.

Apa Watu Sumanti, Goa Jepang Kayawa?
watu kayawa (3) Situs sejarah Watu Sumanti di Kayawa, Minahasa Selatan ini hampir sama dengan batu yang berada di Tikala Ares. Ya! Sama-sama berupa batu. Hanya saja, yang membedakannya adalah fungsi dari batu tersebut.

Watu Sumanti di Kayawa memiliki fungsi sebagai tempat untuk berunding dan bermusyawarah pada zaman dahulu dalam menentukan dan memutuskan suatu perkara (fungsinya hampir sama dengan Watu Pinabetengan). Bentuk Watu Sumanti ini seperti menhir, dan terdiri dari tiga batu sejajar di belakang. Masing-masing berukuran 40, 12, dan 10cm.

Di tengahnya diapit oleh menhir dengan tinggi sekitar 50cm. Di kawasan itu pula terdapat waruga (kubur batu Minahasa) yang konon menurut warga sekitar adalah waruga milik seorang tetua adat desa tersebut atau sering dikenal sebagai juru kunci Watu Sumanti.

Di mana Watu Sumanti, Goa Jepang Kayawa?
watu kayawa (4)Letak Watu Sumanti ini lebih sulit ditemukan daripada yang di Tikala Ares. Kayawa adalah suatu daerah yang terletak di Minahasa Selatan. Anda perlu menempuh jarak sekitar dua jam lebih dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, atau sekitar satu hingga dua jam dari pusat Kota Manado.

Selain itu, Anda wajib untuk menggunakan jasa tour guide karena daerah tersebut tidak menyediakan transportasi publik yang memadai. Letaknya pun sangat sulit ditemukan karena berada di kawasan desa yang cukup terpencil. Watu Sumanti Kayawa memiliki embel-embel ‘Goa Jepang’ karena terletak di kawasan situs sejarah Goa bekas pendudukan Jepang di Sulawesi Utara.

Memang kedua situs sejarah ini hanyalah berupa batu. Namun, bagi Anda pecinta budaya dan ingin mengenal lebih banyak lagi tentang kekayaan budaya Indonesia, sempatkanlah berkunjung ke Watu Sumanti Kayawa dan Watu Sumanti Tikala Ares yang akan saya ceritakan di bagian ke dua. Dari keduanya, kita akan lebih banyak belajar tentang identitas bangsa ini dengan sering mempelajari bahkan mengunjungi situs-situs budaya seperti ini. (naskah dan foto: Andhika Alexander/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)