Mengiring Matahari Terbenam di Chocolate Ville

ville-sebuah-rumah-kayu-di-area-muka-chocho-ville
Rumah kayu

Maskapai favorit saya kembali meluncurkan promo menggiurkan. Biasalah, namanya juga low budget traveller yang berkantong ngepas tapi kepengin melancong sesering mungkin, tentu iming-iming slogan ‘nol rupiah’, ‘bayar satu pergi berdua’ dan seterusnya amat menggoda. Sayang, kali ini tak ada tujuan baru yang menarik minat saya. Meski agak enggan, akhirnya jari telunjuk tak sengaja meng-klik Bangkok.

Hah, Bangkok lagi? Itu kan sudah keseringan, mau ngubek ke mana lagi coba, di kota yang macet dan sibuknya 11-12 dengan Jakarta? Mau belanja? Lagi bokek. Wisata kuliner? Atau keliling nggak jelas? Seketika saya merasa mati gaya. Beruntung, begitu mengandalkan jasa Om Google, ketemulah tempat ini, namanya Chocolate Ville, sebuah area makan yang terletak sekitar 45-60 menit berkendara dari pusat kota Bangkok.

ville-aneka-desert
Aneka dessert

Deretan foto narsis pengunjung berlatar belakang pemandangan ala barat membuat saya penasaran. Tambahan lainnya, menu yang disajikan didominasi menu western. Catatan pentingnya yaitu; harganya tak sampai menyiksa kantung saya dan rasanya lumayan oke. Maka, demi mencicipi sensasi makan di tempat ini, saya pun memantapkan menggunakan taksi dengan ongkos sekitar Baht 800.

Untungnya saya sudah melakukan reservasi melalui email untuk menentukan posisi meja pilihan saya yaitu di tepi danau yang berseberangan dengan mercusuar. Hmm, langsung terbayang betapa romantisnya.

ville-beberapa-makanan-utama
Makanan utama yang saya santap

Pas tiba di tempat yang dituju, terkagetlah saya dengan pemandangan yang dilihat; lautan manusia yang asyik memotret dan dipotret. Saya mengerutkan kening dan membatin; kalau begini caranya bagaimana saya bisa mendapatkan foto bangunan menarik?

Apalagi kalau mau ikutan ber-selfie cantik! Lagi pula, dari mana saja sih mereka ini kok bisa tumpah ruah sebanyak itu? Padahal Chocolate Ville ini booming sudah lebih dari tiga tahun terakhir ini. Tapi semua tu langsung saya maklumi. Di Chocolate Ville, memang banyak sekali objek yang menarik untuk dijadikan latar belakang foto, asalkan sabar menanti!

ville-bangkok-wow-ada-yang-sedang-melakukan-foto-pre-wed
Ada yang melakukan prewed

Antreannya panjang dan Anda harus rela jika latar belakang foto sama dengan foto para turis lain yang ikutan mejeng. Beberapa mobil tua, tempat pengisian bensin, farmer market, kantor pos, boks telepon umum, hingga sederet rumah dan jalanan di depannya ditata demikian apik.

Semua yang menyerupai suasana di negeri Paman Sam itu layaklah dijadikan alasan untuk mengantre foto karena hampir setiap sudutnya menarik untuk diabadikan. Apalagi saat menjelang sore hari. Kehadiran saya di situ seperti mengiringi matahari terbenam. Worth it!

Tips bagi pengunjung:

  • Lakukan reservasi via email untuk mendapat posisi meja yang diminati dan mintalah peta lokasi untuk ditunjukkan ke pengemudi taksi.
  • Datang lebih awal supaya dapat menikmati greget pergantian sore ke malam. (naskah dan foto: Lucy Liestiyo/Heti Palestina Yunani)