Mengintip Sultan Bercengkarama di Istana Matahari Timur

siak-istana-2-2 Pesona Cagar Budaya Siak dari Istana Asserayah Hasyimiah (2)

Setiba di Istana Siak Sri Indrapura yang menghadap Sungai Siak, terpaparlah di hadapan saya sebuah bangunan indah bergaya paduan Melayu, Arab dan Eropa. Sekilas menurut saya ini sama dengan arsiktektur Istana Maimun di Medan.

Istana Siak yang disebut juga Istana Matahari Timur atau Asserayah Hasyimiah konon membutuhkan 3 tahun dalam pembangunannya (1889-1893). Istana dirancang oleh arsiktek Jerman pada masa Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin atau Sultan Siak XI, ayah dari Sultan Syarif Kasim II.

Dalam silsilah sultan-sultan Siak dimulai pada 1725 dengan 12 sultan yang pernah bertahta. Kini, sebagai bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Siak ini, dapat dilihat dari peninggalan kerajaan berupa kompleks istana benda-benda koleksi kerajaan.

Begitu megah dan mewahnya Istana Siak, saat memasuki gerbang hingga pintu utama terlihatlah kebesaran Kesultanan Siak di zamannya. Pada bagian utama akan kita dapati balairung tempat pertemuan para tamu yang dibangun dengan dua lantai.

Istana di Jalan Sultan Syarif Kasim ini mempunyai 6 pilar yang menopangnya dalam warna kuning gading. Jika kita memasuki ruangan utama, terlihat ruang tunggu untuk tamu-tamu kerajaan yang dibagi menjadi dua 2 bagian untuk laki-laki dan perempuan. Pada setiap bangunannya terdapat pilar berbentuk bulat. Sementara, pada bagian ujung puncak terdapat hiasan burung garuda.

siak-istana-2-7Semua pintu jendela berbentuk kubah dengan hiasan mozaik kaca sehingga memantulkan semua aksesoris istana ke segala arah. Lantai dasar Istana Siak terdiri atas enam ruangan yang masing- masing ruangan memiliki fungsi yang berbeda misalnya ruang untuk menerima tamu, ruang sidang. Sedangkan, lantai atas terdiri atas sembilan ruangan yang berfungsi sebagai tempat istirahat sultan, keluarga, atau kerabat sultan dan para tamu kerajaan.

Selain bangunan utama, di dalam Istana Siak juga terdapat beberapa bangunan sebagai fasilitas penunjang seperti Istana Baru, Istana Panjang, Istana Limas, Gardu Lama, dapur, dan kolam istana. Istana Baru berukuran dasar 19mx15,7 m di sebelah barat bangunan utama didirikan pada masa sultan yang terakhir.

Istana Baru memiliki enam ruangan, ruang depan, ruang tamu, ruang kerja, ruang makan, dan dua ruangan kamar tidur. Istimewanya, ada selasar yang konon digunakan keluarga sultan bercengkerama bersama. Sementara, untuk Istana Panjang yang terbuat dari kayu, fungsinya tidak begitu berarti, Istana Panjang ini sekarang isinya hanya tinggal lubang-lubang bekas tonggak yang terletak di sebelah timur bangunan utama masjid.

siak-istana-2-6Istana Limas yang juga terbuat dari kayu, sekarang sudah tidak ada lagi. Sama halnya dengan Gardu Lama. Gardu Lama yang memiliki bentuk silinder ini diameternya berukuran tiga meter dengan satu buah pintu di depan berbentuk kubah tepat di sebelah kiri bangunan istana baru.

Setelah memasuki bagian dalam istana, pengunjung akan melihat keseluruhan aksesoris Istana Siak dari masa ke masa. Misalnya, setelah memasuki ruang istana yang pertama akan terlihat gambaran bagaimana Sultan Siak duduk diapit para pengawal dan wakil-wakilnya dalam sebuah replika patung.siak-istana-2-5

Beberapa langkah dari sini, pengunjung bisa melihat ruang makan yang desainnya mewah sekali. Ruangan ini dikelilingi cermin-cermin besar dan berbagai keramik yang berusia ratusan tahun. Termasuk sebuah cermin milik permaisuri yang terbuat dari kristal. Semua barang peninggalan tersimpan rapi di dalam kotak kaca yang terkunci rapat lengkap dengan penjelasan singkatnya.

siak-istana-2-3Yang terunik di mata saya adalah koleksi meriam dari abad 18. Saat saya perhatikan ada sebuah meriam paling besar daripada lainnya. Meriam ini dikenal sebagai meriam buntung berdiameter 21 cm. Kondisinya masih sangat baik. Tapi jika diperhatikan meriam telah terbelah menjadi dua bagian. Kenapa begitu? ada cerita unik di baliknya. siak-istana-2-1

Ini karena meriam buntung sempat dicuri untuk dijual kepada kolektor pada 1960. Saat dicuri, meriam dipotong untuk dibawa moncongnya saja ke Singapura. Tapi sial kapal yang mengangkutnya tenggelam di Teluk Salak. Ajaibnya bagian moncong ini kini kembali lagi ke pasangannya.

siak-istana-2-8Di sebelah timur istana, terdapat kompleks Makam Koto Tinggi seluas 15×15 meter yang merupakan makam Sultan Syarif Hasyim dan ayahandanya beserta keluarga dan kerabat kerajaan lainnya. Yang menarik, nisan makam dibuat berukiran sangat rumit dan indah dari kayu dan marmer. Tak jauh dari istana, tampaklah Masjid Raya Siak, dan lain-lain.

Dari sekian peninggalan, ada Kapal Kato yang dulunya dipakai Raja Siak untuk mengunjungi rakyatnya di berbagai pelosok yang tinggal di pinggir Sungai Siak. Kini Kapal Kato yang terbuat dari besi yang dipajang di belakang halaman istana dijadikan objek wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Istana Siak. (teks dan foto: Ferry Fansuri/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)