Mengintai Penyu Bertelur di Sukamade

wisatawan-atau-relawan-bisa-menulis-plakat-penangkaran-penyuTiga kru Padma Tour Organizer Desember 2013 lalu, bertualang ke Banyuwangi selama 10 hari. Saya, Wina Bojonegoro yang mengajak Aris Sandi dan Agung Sapto Utomo sengaja memesrai keindahan Sunrise of Java yaitu Pantai Sukamade. Apa menariknya?

Pertama ya karena Sukamade termasuk tergolong daerah yang terpencil di Indonesia. Justru itu saya memilihnya. Aksesnya sulit, pengunjung harus menggunakan mobil 4WD atau trooper. Keterpencilan inilah yang menjadikan pantai dan kawasan ini jarang dikunjungi sehingga hutan ini menjadi surga belantara yang belum terjamah alias hidden paradise.sunset-di-sukamade

Mayoritas pengunjungnya adalah wisatawan mancanegara yang terbagi dua golongan: golongan peneliti lingkungan dan satwa, serta golongan adventure yang rada-rada gokil, macam kami bertiga: Wina, Aris, Agung yang memang secara khusus keliling Banyuwangi selatan untuk Padmagz Travel Magazine online kami.

Pantai ini ada di wilayah Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) dan juga salah satu dari Segitiga Berlian di Banyuwangi, selain Pantai Plengkung dan Kawah Ijen. Taman Nasional Meru Betiri menawarkan pemandangan dan pengalaman yang luar biasa.

Hutan karet dan cokelat serta pepohonan tropis dan satwa liar yang menjadikan hutan ini sebagai habitat mereka akan menjadi atraksi menarik sekaligus meningkatkan rasa cinta Anda pada negeri kita Indonesia. Menuju hutan ini membutuhkan stamina ekstra.

Namun keletihan Anda akan terbayar dengan pemandangan yang spektakuler dan udara hutan yang khas: segar dan sejuk, indah bagi jiwa dan raga. Pengalaman ini akan sulit Anda rasakan dan temukan di tempat lain di planet ini. Tidak percaya? Coba saja ikuti petualangan kami.

How To get There?

penyu-bertelurDari pusat Kota Banyuwangi, Sukamade berada sekitar 103 kilometer. Dibutuhkan waktu kurang lebih 4-5 jam perjalanan. Dengan trooper, Anda bisa menyeberangi Sungai Sukamade tanpa perlu trekking, perjalanan bisa lebih singkat.

Namun kami mengalami petualangan lebih seru dari itu, sebab bulan Desember. saat kami berkelana, hujan sedang besar-besarnya sehingga sungai meluap. Kami harus parkir trooper sewaan, menyeberang dengan rakit, lalu berjalan kaki di antara kebun cokelat selama dua jam menuju penginapan terdekat.

Jalur yang kami tempuh adalah: Banyuwangi-Rajegwesi-Goa Jepang-Teluk Hijau-Sukamade. Jika Anda membawa peserta lebih dari 6 orang, Anda bisa memesan truk untuk menjemput di seberang sungai, seperti yang dilakukan kelompok remaja dari Taiwan yang datang bersamaan dengan kami.

wisatawan-menuju-pantai-sukamade-utk-lepas-tukikOjek motor juga tersedia, namun itu bisa dilakukan ketika pulang dari Sukamade untuk kembali ke seberang sungai. Tetapi pengalaman memacu adrenalin sebenarnya telah dimulai sejak jalur Goa Jepang menuju Sungai Sukamade.

Jalur yang berlumpur dan bebatuan akan membuat andrenalin memuncak. Maka itu memilih jenis kendaraan sangat penting, gunakan mobil 4×4 alias double gardan atau kendaraan sejenis off road lainnya. Tetapi ternyata, menurut guide kami, batuan terjal dan tanah becek sengaja dibiarkan alami agar pengunjung merasakan sensasi perjalanan yang tak terlupakan.

Bayangkan! Anda harus rafting darat sepanjang 30 kilometer!!

Where To Stay?

camping-ground-sukamadeJika Anda traveler sejati, silakan coba berkemah, tersedia camping ground. Tetapi bagi yang ingin tinggal di pondokan, ada dua jenis penginapan. Penginapan seharga Rp 75 ribu per kepala atau Rp 100 ribu per kepala. Kami memilih yang terakhir, satu kamar berisi 2 tempat tidur dan kamar mandi dalam, bisa digunakan 4 orang. Harga tersebut tidak termasuk layanan makan pagi.

What To Do?

telur-penyuPantai Sukamade diminati oleh wisatawan mancanegara, karena terdapat atraksi pengamatan penyu yang merupakan satwa langka. Masuk Pantai Sukamade, pengunjung akan disambut oleh kelompok macaca dan lutung yang ramah dan ‘gaul’ dengan pengunjung.

Pengunjung dapat menikmati treking melintasi hamparan hutan hujan tropis dataran rendah dengan akses jalan setapak. Berbagai satwa liar yang dapat dinikmati sepanjang jalur ini antara lain kumpulan kelelawar besar, kijang, babi hutan, biawak dan berbagai jenis burung termasuk elang laut.

Trekking menyusuri Pantai Sukamade, jika pada siang hari memang terasa panas dan kurang menarik tetapi pada malam hari tiba, Pantai Sukamade akan berubah menjadi surga. Satu per satu penyu akan muncul dari laut menuju ke pantai untuk bertelur.lepas-tukik

Sekali bertelur, 100-an butir telur akan dihasilkan seekor induk penyu dewasa. Pemandangan inilah yang ditunggu-tunggu wisatawan khususnya mancanegara. Karena langka maka perlakuan untuk mengamatinya pun harus ekstra hati-hati.

lepas-tukik-3Kami bertiga mengalami hal yang seru. Tengah malam saat kami mengintai penyu bertelur, hujan turun deras. Sudahlah kami harus berlari-lari berpindah lokasi sekitar 1 km, eh jalan pintas menuju penginapan adalah rawa-rawa. Gelap, menyebrang rawa-rawa, hujan.

Sempurna! Kami tak membawa baju ganti, karena semua perbekalan kami tinggal di dalam trooper yang parkir di seberang sungai. Walhasil kami harus tidur dengan bersarung selimut penginapan, bahkan sprei!

Kegiatan lain yang menarik adalah melepas tukik. Sehari ada dua kali pelepasan, pagi hari dan sore hari. Kami melakukan sore hari, namun karena saat itu mendung maka sunset tidak kami peroleh dengan sempurna. Maka pemilihan bulan berkunjung sangat menentukan. Waktu terbaik adalah musim kemarau.

What To Eat?

Kantin atau warung satu-satunya yang di kelola para ranger, adalah surga bagi kami karena hanya itulah satu-satunya harapan bertahan hidup. Produk yang tersedia adalah: nasi goreng, mi goreng, mi rebus. Beruntung saya bisa memasak sendiri nasi goreng ala Wina buat kami bertiga, sehingga bisa berpuas-puas menaruh telur berapa butir untuk mengembalikan energi yang terkuras selama trekking. Maka dianjurkan bagi para pengelana untuk membawa buah, vitamin serta makanan kering saat menuju ke Sukamade. Apalagi jika kunjungan Anda lebih dari 3 hari seperti para peneliti itu.

gerbang-sukamadeFasilitas di Sukamade:

  1. Pondok wisata
  2. Kantin/warung
  3. Camping ground
  4. Musala
  5. Hatchery/penetasan telur penyu
  6. Bak pembesaran tukik/anak penyu
  7. MCK
  8. Solar cell
  9. Genset

How’s The Price ?

Berikut rincian biaya kami berempat: Wina, Aris, Agung, driver trooper merangkap guide:

Sewa trooper 2 hari = Rp 900.000

Makan malam = Rp 40.000

Makan siang = Rp 40.000

Makan pagi = Rp 28.000

Kopi = Rp 28.000

Autan = Rp 7.000

Kamar = Rp 200.000

Ojek = Rp 100.000

Fee ranger = Rp 100.000

Donasi = Rp 61.000

Rakit PP = Rp 80.000

Total biaya 2 hari = Rp 1.584.000 (untuk 3 orang)

Mau seperti kami? Kontak Padma Tour Organizer dong. Sepulang Sukamade, kami bertiga makin bersyukur. Kami jadi makin tahu bahwa perjalanan ini bukan sekadar melepaskan diri dari rutinitas kehidupan kota, namun menambahkan rasa cinta pada tanah air, pada Maha Karya Sang Pencipta. Maka kami tak akan lelah mencari dan menyusuri keindahan Indonesia lebih jauh lagi. (naskah: Wina Bojonegoro/foto: Agung Sapto Utomo, Aris Sandi/editor: Heti Palestina Yunani)