Menginap Pakai Wow 8 Kali di Kampung Lumbung

kampung lumbung (2)Ada ratusan hotel, resort, guest house dan homestay di area Malang-Batu, Jawa Timur. Semua bergantung dari ketebalan dompet Anda. Tetapi  memilih penginapan tentunya di sesuaikan dengan selera dan harapan kita sebagai traveler.  Apa harapan Anda?

Saya sebagai tour organizer –owner Padma Tour Organizer- biasanya memikirkan kemudahan akses, kelengkapan fasilitas dan kenyamanan serta suasana hotel tersebut.  Beberapa kali saya mengirim tamu ke sebuah hotel butik di Batu, Kampung Lumbung namanya.

Banyak yang memberikan review luar biasa pada feedback form di akhir perjalanan. Tetapi secara pribadi, saya belum pernah mencicipi bagaimana rasanya tinggal di butik hotel itu.

kampung lumbung (1)Nah, ketika sedang ketamuan teman expatriate ke Batu, kami mencari-cari hotel yang harganya sedang-sedang saja tetapi punya value lebih dari sekedar harga.

Teringatlah saya pada Kampung Lumbung. Teman saya setuju. Apalagi setelah melihat foto-fotonya di website. Karena kami check in jam 10 malam. So saat ketibaan, kami tak dapat menikmati landscapenya. Tapi kami sudah terpesona pada lobby yang beruba pos kamling dari kayu-kayu lama. (1)

kampung lumbung (4)Dari sini kami sudah berdebar. Kejutan apalagi berikutnya? Ternyata kamar kami adalah sebuah vila dua kamar yang letaknya di ujung banget. Melewati kolam renang, jalanan meliuk-liuk, gemercik air sungai, mobil kami pun harus menderam karena turun menukik. Ini wow kedua kali. (2)

kampung lumbung (5) Teman expatriate saya pun mengeluarkan ucapan senada, secara dia yang menyetir. Oke, cukup dua kali wow malam ini. Masuk kamar yang terdiri dari rumah kayu lawas namun interior dan fasilitas kamarnya didesain moderen. Eh wow ke tiga (3) pun terlontar. Tanpa AC tidak masalah, karena udara Kota Batu cukup sejuk malam ini.

Setelah ngobrol ringan sambil ngeteh, mengudap keripik singkong di teras dengan kursi kayu,  sambil mendengarkan suara gemercik sungai kecil di depan kamar kami, akhirnya kami  tepar pada jam 12 malam.

kampung lumbung (7)Bangun pagi, wow-nya bertambah-tambah. Sekarang kami dapat menangkap keindahan landscape berundak dari teras vila kami (4). Vila-vila lain dari rumah kayu lawas berjarak kira-kira puluhan meter, di antara sungai, kolam renang dan kebun. Menanjak menuju tempat sarapan, wow tambah lagi.

kampung lumbung (6)Ternyata restonya berlantai dua, serba kayu dan sangat artistik (5). Lantai atas digunakan ruang pertemuan, dengan panggung dan dinding serba dipenuhi benda artistik kontemporer, dan perapian. Bisa nih digunakan untuk pesta pernikahan, atau pameran foto atau lukisan.

Lokasi makan turun melalui tangga kayu lumayan terjal. Tempatnya dipisahkan no smoking area dan smoking area. Model sarapannya, prasmanan (6). Sambil makan kami menikmati bukit, lumbung, hutan kecil dan suara burung-burung. Angin semilir, nuansa etnik khas Jawa ada di mana-mana (7).

Teman saya yang expatriate dan isterinya itu merasa puas. Nggak rugi katanya berteman dengan Padma Tour Organizer. Ya iyalah karena mereka bisa dapat harga special tinggal di tempat istimewa seperti ini. Ini wow khusus (8). Anda mau juga? (naskah dan foto: Wina Bojonegoro/Heti Palestina Yunani)