Mengimajikan Imajinasi Lewat Slow Shutter

slow-shutter-3Alam dan fotografi. Dua hal yang selama ini tidak bisa dipisahkan. Banyak sekali traveler yang mengabadikan perjalanan mereka dalam sebuah potret lanskap. Bahkan, kebanyakan fotografrer profesional masih memilih panorama alam sebagai objek favoritnya.

Namun, dalam mengambil foto lanskap, tidak melulu harus realis. Kita bisa menambah imajinasi ke dalam gambar tersebut sehingga bisa menghasilkan efek visual yang terkesan absurd. Teknik ini lazim disebut slow speed atau slow shutter.slow-shutter-5

Secara umum, slow shutter berarti teknik pemotretan objek secara low speed dalam tempo beberapa detik bahkan menit, sehingga menghasilkan efek tertentu pada hasil foto. Hal ini terjadi karena dalam kecepatan shutter yang rendah, pergerakan objek dapat terekam oleh lensa.

Namun, satu hal yang perlu diperhatikan dalam teknik ini, posisi kamera harus selalu dalam keadaan statis agar fokus objek utama maupun background tidak pecah. Peralatan yang dibutuhkan dalam slow shutter adalah sebagai berikut:

  1. Tripod. Berfungsi sebagai penyangga kamera agar tetap stabil.slow-shutter-1
  1. Filter. Ada beberapa jenis filter yang bisa digunakan dalam teknik slow shutter, antara lain ND (Neutral Density) untuk mengurangi intensitas cahaya namun tidak mengubah karakternya; CPL (Circular Polariser) untuk meningkatkan kontras warna atau vividness dalam foto lanskap; GND (Graduated Neutral Density) untuk menyeimbangkan eksposur langit yang terang terhadap gelap tanah.
  1. Remote shutter. Berfungsi untuk menggantikan tombol shutter pada kamera. Memiliki fungsi halfpress dan lock untuk BULB.

slow-shutter-4Dalam teknik slow shutter, pengalaman dan imajinasi adalah syarat utama untuk menampilkan kesan seni pada hasil foto. Sedangkan setting yang dibutuhkan pada kamera untuk mengaplikasikan teknik ini antara lain:

  • Atur speed pada shutter kamera sesuai yang diinginkan pada metering. Pada kondisi speed rendah, rana cahaya akan masuk lebih banyak sehingga hasil foto menjadi lebih terang. Selain itu, slow speed dapat merekam pergerakan awan di langit dan menciptakan efek seolah-olah kabut atau kapas jika lensa dibidikkan pada permukaan air.slow-shutter-2
  • Atur bukaannya atau aperture. Biasanya, dalam teknik slow shutter digunakan aperture berskala kecil, misal F8 hingga 22. Mengatur bukaan akan menentukan ketajaman detail pada hasil foto sesuai yang diinginkan.
  • Letakkan kamera pada tripod atau tempat untuk menjaga agar kamera tetap dalam posisi statis

Satu hal lain yang harus diperhatikan, adalah jangan menyetel shutter speed pada posisi yang terlalu rendah karena dapat mengakibatkan kerusakan pada sensor dalam kamera. Ideal waktu dalam menggunakan teknik slow shutter ini adalah 30-200 detik. (naskah dan foto: Rijal Tobat-InstaNusantara/Heti Palestina Yunani)