Mengekalkan Senja Candi Boko di Mata Lensa

candi boko (5)Para penyuka fotografi yang hendak memotret sunset atau sunrise, tapi maunya yang tidak jauh dari pusat kota, maka situs Candi Boko barangkali dapat menjadi pilihan yang tepat. Lokasinya hanya berjarak 18 km dari pusat Kota Yogyakarta atau lebih kurang 3 km di sayap selatan Candi Prambanan. Situs purbakala dengan keluasan lebih kurang 25 ha itu terletak di ketinggian 200 m di atas permukaan laut.

candi boko (2)Menurut catatan sejarah, situs Ratu Boko ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda, HJ De Graaf, pada abad ke 17 dan diteliti lebih lanjut pada awal abad ke-20. Kesimpulannya, reruntuhan di kawasan Bukit Boko itu merupakan bekas keratin atau istana.

Agak berbeda dengan peninggalan purbakala dari zaman Jawa Kuno lainnya yang sebagian besar berbentuk bangunan keagamaan sepintas lalu, situs Ratu Boko tampak sebagai kompleks yang profane, dilengkapi dengan pintu gerbang, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung, atau semacam benteng pertahanan.

candi boko (3)Arsitektur gerbang istana yang konon berasal dari peradaban pada abad ke-8 itu menjadi point of interest (POI) dalam corak siluet di bagian depan depan horizon keluasan langit senja berwarna kemerah-merahan sebagai latar belakangnya.

Bila cuaca sedang bersahabat, setiap capturing dapat menghasilkan visualisasi senja dengan suasana peradaban masa silam yang menakjubkan. Keluasan horizon pada konsep landscape photography di situs Ratu Boko sangat terdukung oleh posisi ketinggian saat melakukan pemotretan, hingga fotografer tak perlu bersusah payah mencari posisi guna membidik sasaran.

Ringkasnya, dari posisi mana pun komposisi visual dalam pemotretan dapat terbangun dengan sendirinya. Situs Ratu Boko memiliki tiga buah teras, yang masing-masing dipisahkan oleh dinding batu dan benteng. Di sebelah barat, ada sebuah benteng, disebut Candi Batu Kapur karena memang terbuat dari batu kapur. Teras kedua dan ketiga juga dipisahkan oleh batu kapur dan tembok andelit.

candi boko (4)Memasuki teras ketiga, kita harus melewati lima gerbang. Di teras ketiga itulah terpusat sisa-sisa peninggalan. Terdapat pendopo yang lagi-lagi menjadi properti pemotretan. Di kompleks Candi Boko juga terdapat Keputren, reruntuhan Gua Laki-laki, serta sebuah gua yang berukuran lebih kecil lagi, yang biasa disebut Gua Perempuan.

Meskipun ada peninggalan berupa prasasti, namun tidak ada penjelasan yang tegas tentang fungsi situs Ratu Boko di masa lalu. Terlepas dari semua keraguan, tidak dapat diragukan bahwa situs Candi Boko merupakan lokasi pemotretan yang apik, setidaknya dapat mengekalkan senja dengan mata lensa. (naskah dan foto: Puput/Heti Palestina Yunani)