Mengejar Momen Agung Jelang Nyepi

Mencari Keselamatan dan Keselarasan Bumi (1)

Tawur Agung By Lukman Sucahyo 5Aroma harum dupa yang terbakar memenuhi pelataran Candi Prambanan. Suasana magis ini menyambut Umat Hindu datang untuk menggelar upacara Tawur Agung Kasanga atau Wisuda Bumi. Tawur Agung Kasanga 2017 yang jatuh pada 27 Maret seperti biasa digelar menjelang Hari Raya Nyepi.

Tawur Agung by Lukman Sucahyo 1Saat inilah, upacara ini menarik untuk diikuti sebagai wisata religi. Untuk menuju lokasi upacara di Candi Prambanan, Anda bisa menggunakan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Bila menggunakan kendaraan umum, jalur bus yang dapat ditempuh yakni dari Bandara Adisucipto menggunakan bus jalur 1A atau 1B jurusan Prambanan.

Bila Anda dari Terminal Giwangan, naik bus jalur 3A kemudian sampai di Bandara Adisucipto Anda harus pindah bus jalur 1A atau 1B yang menuju Prambanan. Dari Stasiun Tugu dapat ditempuh dengan menggunakan bus Trans Jogja jurusan 1A langsung turun di Candi Prambanan.

Ongkos bus untuk satu kali perjalanan adalah Rp 3 ribu. Untuk dapat mengikuti atau menyaksikan upacara ini, Anda harus masuk ke lokasi Taman Wisata Candi Prambanan. Harga tiket masuk cukup terjangkau, yakni adalah Rp 15 ribu.

Tawur Agung By Lukman Sucahyo 2Oh ya, apa sih Tawur Agung Kasanga itu? Mumpung menjelang Nyepi, Padmagz ingin berbagi lagi tentang seputar momen agung ini. Upacara ini digelar untuk memohon keselamatan dan keselarasan bumi beserta isinya. Mereka juga memohon kedamaian lahir batin dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhannya.

Tawur Agung Kasanga termasuk dalam rangkaian upacara yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi, yang didasarkan pada kalender Tahun Saka, yakni sistem penanggalan yang berasal dari India. Hitungan penanggalan Tahun Saka sendiri dimulai pada tahun 78 Masehi. Sistem penanggalan ini kemudian berkembang dan digunakan di Indonesia, terutama bagi masyarakat Hindu.Tawur Agung By Lukman Sucahyo 3

Setiap tahunnya Hari Raya Nyepi diperingati pada bulan ke sembilan dalam hitungan Tahun Saka. Umat Hindu Jawa-Bali biasa menyebutnya Cetranasa atau bulan Kasanga sehingga upacara ini sering dinamakan Tawur Agung Kasanga. Terkait hal itu, seluruh prosesi dalam upacara ini mengandung nilai-nilai religius dan sosial.

Ini mengingat karena Hari Raya Nyepi sendiri bagi umat Hindu dipercayai sebagai proses menyucikan alam semesta dan diri manusia itu sendiri untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin. (naskah: Padmagz/foto: Lukman Sucahyo/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)