Mengejar Fantasi di Fantasia Beach

Banyak pilihan pantai cantik di Malang selatan. Jadi jika Anda bermimpi mengunjungi Phi-Phi Island, tundalah. Lebih baik belokkan arah ke wilayah Malang selatan ini karena fantasi nyata tentang keindahan alam pantainya tak kalah hot dari negeri tetangga. Salah satunya ke pantai yang akan PADMagz ulas ini yaitu Fantasia Beach. Pantai yang oleh penduduk dinamai Pantai Bolu-Bolu ini tak bisa ditempuh jalur darat. Dari ini saja, traveler yang merencanakan ke Fantasia Beach harus siap-siap mendapati perjalanan yang seru. Siap berfantasi kan?

How to get there?

Kalau Anda pernah mengunjungi Pantai Tamban yang sekitar 3-4 jam dari Kota Malang, atau 2 jam dari Turen berusahalah lebih gigih lagi untuk bergeser ke timur. Sebab Fantasia Beach masih harus ditempuh dengan perjalanan air. Dengan kapal motor yang bisa ditumpangi 5-6 orang, pemilik kapal memasang bandrol sekitar Rp 500 ribu dari Tamban.

What to do?

Keajaiban akan segera muncul begitu Anda menyusuri tebing-tebing pantai selatan. Mulai dari Sendang Wedok, hingga Gua Menangis, semuanya wow! Juga terdapat beberapa pantai nan elok, namun tidak dapat dikunjungi karena terlalu curam. Rombongan lain yang menggunakan perahu berbeda dengan PADMagz sempat bertemu whale shark sebesar perahu.

Sayang perahu yang ditumpangi PADMagz kala itu, terlalu ke tengah. Tetapi PADMAgz masih beruntung, karena bisa bertemu penyu yang sedang honeymoon. Selain ukurannya yang bikin wow, mereka cukup lama mengambang di lautan untuk prosesi honeymoon. Konon, katanya kalau kita menyaksikan (secara tak sengaja) penyu menikah eh honeymoon, bakalan dapat rezeki.

bolu-bolu (1)Nah kira-kira 1 jam perjalanan dengan boat dari Bolu-Bolu, Anda akan menemukan sebuah pantai kecil, hanya sepanjang sekitar 500 meter.  Tapi pantai ini menyajikan komposisi alam sekitar yang sangat khas. Berpasir putih dan bentuknya seperti teluk, lokasinya sangat tenang, airnya bergradasi hijau dan biru, serta tebing dan bukit di belakang pantai sangat menawan.

Ah fantasi PADMagz pun liar di sini. Jika saja tempat sebagus itu dijadikan syuting iklan atau film berjudul Get Lost in Paradise. Pokoknya layaklah pantai ini Anda kejar. Kalau mau berenang, bisa sih. Tapi kita tak bisa sembarangan mengambil posisi, karena pantai ini banyak ditumbuhi karang. Beberapa spot sangat bagus digunakan jumping. Menurut kawan yang pernah snorkeling di sini, kehidupan biota lautnya lumayan keren, setara dengan Karimun Jawa.

What to eat?

Nah, ketika kami sibuk berfoto, tukang perahu beralih tugas menjadi tukang bakar ikan. Mereka telah membawa bekal nasi putih, ikan segar dan bahan sambal segar plus kecap manis. Ingat, harga kapal motor sebesar Rp 500 ribu jadi tidak mahal lho. Sebab tarif ini sudah termasuk kelapa muda, layanan bakar ikan di pantai dan nasi putih serta sambal tentunya. Jadi waktu yang tepat untuk berkunjung adalah lunch time. Kelapa muda untuk Anda itu disajikan dengan atraksi panjat kelapa muda on the spot. Salah satu pemilik kapal motor yang mengantar kita, akan gesit menaiki pohon kelapa langsung di lokasi. Tak lama, kelapa muda segar akan diletakkan di hadapan, Anda tinggal menikmati.

Where to stay?

Tidak ada penginapan, kecuali jika Anda berani camping sendiri. Sendirian ya? Iya, karena memang tidak ada penduduk di lokasi ini. Maka jika Anda berkunjung kemari, Anda harus segera kembali tak lebih pukul 3 sore untuk menghindari ombak besar. Saran PADMagz, menginaplah di Tamban. Walaupun tak ada penginapan, namun rumah penduduk Tamban terbiasa terbuka lebar untuk menerima Anda menginap. Tarifnya sekitar Rp 50 ribu-100 ribu per orang. Ada hiburan musik keroncong yang bisa disewa jika Anda berniat membawa rombongan, atau kesenian tradisional kuda lumping. Biayanya? Hanya di bawah 1 juta kok. Selamat bertualang ya. (naskah dan foto: Wina Bojonegoro/hpy)