Mengantar Jenazah Berkumpul dengan Leluhur

Pesta karena Berduka di Tana Toraja (1)

toraja-ma-kuasa-menyebutkan-kerabat-yg-menyumbang-sekaligus-wujud-sumbangan-yg-diberikan
Ma Kuasa menyebutkan kerabat yang menyumbang

Bagi masyarakat Tana Toraja, meninggal tak sesederhana itu. Ada upacara khusus untuk mengantar kepergian orang yang telah meninggal itu yang lebih mirip sebagai sebuah pesta. Bagaimana tidak pesta? Selain melibatkan begitu banyak orang yang juga disaksikan turis mancanegara, biaya untuk pesta ini besar.

Ketika tim mengikuti upacara pemakaman Aluk Rambu Solo’ di Salebayo, sekitar 50 orang laki-laki melakukan ritual bergerak berputar sambil menggumamkan sesuatu. Menurut masyarakat, gumaman itu sebenarnya adalah puji-pujian yang sedang mereka senandungkan untuk mengawali prosesi selanjutnya yang akan dilakukan.

toraja-kerbau-seharga-800-juta-akan-dikorbankan
Kerbau seharga Rp 800 juta yang dikorbankan

Di tengah-tengah tempat pesta tampak seekor kerbau belang seharga Rp 800 juta yang akan dipersembahkan. Sebelum kerbau itu disembelih, maka dia akan diadu bersama kerbau-kerbau lain. Rekor penyembelihan kerbau yang pernah tercatat dalam penyelenggaraan pesta Aluk Rambu Solo’ adalah 350 ekor. Bayangkan, jumlah itu hanya dalam satu kali penyelenggaraan pesta!

Mungkin kita akan semakin terkejut jika mengetahui jumlah sebenarnya yang diminta oleh penyelenggara pesta saat itu. Menurut keterangan warga, pada saat itu kerabat orang yang meninggal meminta izin untuk menyembelih 500 ekor kerbau sekaligus.

Tetapi karena pertimbangan strata sosial orang yang meninggal, Kepala Adat tidak memberi izin. Alasannya itu membebani masyrakat lain yang memiliki strata sosial lebih tinggi serta demi menjaga kelestarian binatang itu di Tana Toraja.toraja1

“Kalau hal semacam itu diperbolehkan, bisa jadi kerbau di Toraja akan habis, dan masyarakat kesulitan mendapatkannya lagi kalau ingin menyelenggarakan pesta,” jawab seorang peziarah dengan bahasa daerahnya yang sangat kental ketika kami menanyakannya.

To dibulle tangnga bertugas menyediakan sesaji

Istilah Aluk Rambu Solo’ terbangun dari tiga kata yaitu aluk (keyakinan), rambu (asap atau sinar), dan solo’ (turun). Sehingga Aluk Rambu Solo’ dapat diartikan sebagai upacaya pada waktu sinar matahari mulai turun. Upacara ini juga disebut sebagai Aluk Rampe Matampu. Kata matampu berarti barat, sehingga Aluk Rampe Matampu diartikan sebagai upacara yang dilaksanakan di sebelah barat Rumah Tongkonan.

toraja-to-masandu-dalle-perempuan-yang-bertugas-menyiapkan-makanan-untuk-jenazah-2
To masandu dalle perempuan yang bertugas menyiapkan makanan untuk jenazah

To Dibulle Tangnga bertugas menyediakan sesaji upacara Arum Rambu Solo’ ditujukan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal agar berkumpul dengan para leluhur mereka yang bertempat di puya.

Sebelum upacara ini dilaksanakan orang yang meninggal belum benar-benar dianggap wafat. Karena itu jenazah yang diletakkan di Rumah Tongkonan masih dianggap sebagai orang sakit.

toraja-patung-jenazah-yg-dikubur
Patung jenazah yang akan dikubur

Maka ia masih disediakan makanan dan diganti pakaian yang dikenakan selayaknya orang yang masih hidup. Sebagai upacara penyempurna, diharapkan orang yang ‘diacarakan’ dalam upacara ini akan mencapai tingkatan to membali puang (tingkatan dewa) dan selanjutnya menjadi deata (dewa pelindung) bagi kerabat dan masyarakat Toraja. (naskah dan foto: AS/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)