Menemukan Golden Way dari Rekan Kantor

Love, Art and Journey Membangun Padma (8)

Idealnya, rancangan bisnis yang sudah mapan itulah yang menjadi pendorong kita untuk keluar dari zona nyaman. Tetapi saya justru tidak tune in dengan bisnis saya yang lama, Talita Ethnica, mengingat effortnya harus besar. Saya harus punya toko untuk display produk, sehingga saya akan terbebani sewa lapak dan bayar listrik serta pegawai.

Pertimbangan biaya operasional dan hasil yang kadang tidak balance membuat saya ingin melupakan yang satu ini. Mengingat pengalaman saya sebagai event organizer selama menjadi sekretaris, account manager dan public relation officer serta marketing communication, saya sempat pula berpikir untuk membuat event organizer.

Dengan kekuatan network di luar Telkom, dengan beberapa client dan vendor, seharusnya saya bisa menjadi seorang organizer untuk kebutuhan Telkom yang sudah saya kenal dengan baik dari sisi style, selera, dan budaya kerja. Tetapi tim saya harus banyak jika menggeluti dunia ini dan lagi-lagi persoalan biaya operasional menjadi pertimbangan.

Tiba-tiba saja sebuah clue atau petunjuk dari Allah SWT mak bedunduk, datang sendiri tanpa saya pernah berpikir sama sekali. Dan itu adalah sesuatu yang selama ini menjadi minat dan hasrat saya seumur hidup. Tapi eloknya pemicunya justru bukan dari saya, melainkan dari teman-teman sekantor. Apakah itu? Yesssssssss!! Traveling!!!!

Ceritanya, teman-teman satu ruangan saya bertanya: mau di kado apa? Saya tak bisa menjawab. Salah satu dari mereka kemudian nyelutuk: Gimana kalau kita semua jalan-jalan ke Yogyakarta naik kereta. Jadi anggap saja itu perpisahan, tapi dirimu yang menjadi event organizer-nya.

Tahukah rasanya perasaan saya waktu itu? Seperti dibukakan pintu gua yang selama ini membelenggu saya. Seperti ketiban bintang jatuh, seperti menemukan kapal di saat terjebak di sebuah pulau terpencil. Saya namakan itu golden way.

Saat itu saya hanya berbekal hitung-hitungan kasar. Dengan dibantu satu tim yang terdiri dari dua orang: satu orang yang bertugas runner di Surabaya, dan kebetulan satu orang itu domisili di Yogyakarta saya berani menjalankan tantangan itu.

Maka pencarian pun segera dilakukan. Alhamdulillah kok ya pas ada armada bus pariwisata yang baru buka dengan kendaraan yang masih gress. Kemudian alhamdulillahnya lagi, Hotel All Season Juga (sekarang Ibis Style) baru dibuka maka kami mendapat harga promo.

Kerja keraslah kami, segera memesan kaos, tiket kereta api, hotel, bus, dan restoran. Semuanya saya lakukan dengan bondo nekad. Tapi ada kunci yang rasa-rasanya belum saya pegang sebelum dealing dengan armada, restoran dan hotel-hotel itu yaitu nama.

Nama itu penting karena dengan menggunakan bendera tour organizer, yang telah memiliki company profile dan email dan alamat yang jelas maka akan ada keuntungan buat saya sebagai penyelanggaranya. Waduh apa nih kalau begitu namanya? (naskah dan foto: Wina Bojonegoro/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)