Mendaki dan Climbing Demi Pemandangan Indah

Mu Ko Angthong, Saingan Raja Ampat di Thailand Selatan (2)

angthong9angthong11 Sesampainya di Angthong National Marine Park, destinasi pertama saya adalah Koh Wau Ta Lap. Itu adalah pulau dengan pasir putih yang sangat lembut. Pulau ini merupakan destinasi yang paling ditunggu-tunggu oleh para wisatawan, karena di sinilah inti dari perjalanan ke Angthong National Marine Park. Membayangkannya saja, saya dan teman-teman tidak sabar untuk sampai di puncak dan berfoto-foto dengan pemandangan alam yang sangat indah.

Kapal yang kami tumpangi tidak bisa berhenti di pinggir pantai. Oleh karena itu, para peserta akan berganti dengan perahu kayu milik nelayan setempat. Para peserta bisa menikmati keindahan gugusan-gugusan Pulau di Angthong National Marine Park dengan mendaki bukit. Ada beberapa view point untuk menikmati pemandangan.

Untuk mencapai titik paling atas, kami harus mendaki sejauh 600 meter ditambah climbing 100 meter dengan jalur batu-batuan yang sangat terjal dan hanya ada satu tali pengaman yang digunakan bersama-sama. Awalnya saya sempat ragu untuk bisa mencapai titik paling atas.

Karena setelah melihat jalur batu-batuan yang sangat terjal dan susah, nyali saya menjadi kendor. Ini adalah pengalaman pertama saya climbing dan sebelumnya tidak ada persiapan sama sekali. Namun setelah melihat teman-teman saya dan wisatawan-wisatawan lainnya berhasil sampai di atas, saya termotivasi.

angthong13Hati kecil saya berkata kalau saya harus sampai di titik paling atas karena saya sudah datang jauh-jauh ke tempat ini. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menaiki batu-batuan tersebut. Dengan banyak doa dan berhati-hati ketika menaiki batuan, saya sampai juga di titik paling atas. Semua rasa takut hilang ketika melihat pemandangan yang sangat indah.

Dari titik paling atas ini, saya bisa melihat gugusan angthong14pulau-pulau yang mirip dengan Raja Ampat. Semua wisawatan bergantian untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan yang indah itu. Hampir setengah jam berfoto-foto dan menikmati pemandangan di atas, kami bersiap untuk menuruni batuan-batuan terjal lagi.

Perjalanan menuruni batuan-batuan terjal ini lebih menyeramkan ketimbang perjalanan ketika naik. Salah pijakan sedikit, nyawa saya bisa melayang. Tapi alhamdulillah, berkat doa dan kehati-hatian sekali lagi saya berhasil turun dengan selamat. Di titik paling bawah, sang pemandu wisata sudah menunggu kami dan bersiap menggiring kami untuk kembali ke kapal. Sayang kami tidak berkesempatan untuk mengelilingi pulau. (naskah dan foto: Ari Budi Prasetyo/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)