Mencari Surga Pemuja Cinta di Manarola

Menikmati Lima Desa di Cinque Terre (3)

Dari Riomaggiore, saya memasuki desa ke dua yaitu Manarola. Dibandingkan desa sebelumnya, tempat ini terbilang cukup sepi dengan beberapa restoran dan coffee shop di sepanjang jalan utama menuju teluk Manarola.

Saya sangat setuju ketika orang-orang bilang Italians do it better, tidak hanya soal makanan tapi juga gaya. Itulah kenapa saya mengagumi cara orang-orang lokal berpakaian. Muda atau tua, mereka tahu peraturan bermain dengan warna dan motif, tentu saja kualitas selalu jadi prioritas pertama.

Seharian penuh menikmati Manarola, saya tidak pernah bosan. Apalagi itu saya lakukan dengan minum kopi sambil memperhatikan cara orang Italia berinteraksi atau sesimpel menikmati hidup berbincang dengan tetangga di depan sebuah gereja tua.

Menjelang sunset, bersama beberapa turis lainnya saya kembali memesan pizza take away untuk dimakan bersama. Aktivotas itu saya lakukan sambil mengabadikan momen matahari terbenam lewat kamera dengan pemandangan bangunan warna-warni Manarola.

Di antara kelima desa di Cinque Terre, Desa Manarola memang menarik perhatian para pemuja romantisisme. Selain Desa Manarola sisi romantisme ini juga sama dengan Desa Riomaggiore. Apalagi kalau tidak karena di antara kedua desa terdapat La Via de’ll Amore (lovers pathway).

Apa itu? Ialah  jembatan penghubung dua desa yang di kanan kirinya dipenuhi aneka gembok yang tertulis nama pasangan. Sebagai simbol cinta sejati yang tidak terpisahkan, kunci gembok lalu dilempar ke laut, mirip dengan jembatan cinta Ponts des Arts di Paris.

Konon, La Via de’ll Amore ini dibuat untuk menghubungan para pasangan yang tinggal terpisah di dua desa itu. Ketika jembatan ini selesai dibuat, para pasangan pun berbahagia karena memudahkan mereka untuk saling berjumpa. Ah, Italia memang surga pemuja cinta.cinque 8-corniglia

Corniglia

Persiapkan tenaga ekstra dan sepatu yang nyaman untuk menaiki anak tangga yang cukup terjal dari stasiun kereta api menuju Desa Corniglia. Terletak di atas bukit dengan ukuran desa yang relatif kecil membuat tidak banyak hal yang bisa dilakukan di Corniglia, kecuali bersantai menikmati wine lokal.

Saya menemukan sebuah wine bar terbuka yang menyediakan wine berkualitas. Pemilik bar Terra Rosa sengaja tidak menyediakan fasilitas wifi karena ia mengharapkan tamunya dapat menikmati alam dengan segelas wine dan pemandangan Corniglia.

Vernazza

Desa selanjutnya adalah Vernazza. Desa ke empat ini juga tergolong kecil tapi sangat menarik mengingat mereka memiliki beberapa toko yang menjual pakaian dan barang-barang vintage buatan tangan.cinque 7-vernazza

Sebagai seorang pecinta fotografi, tempat-tempat tersembunyi yang menjual detail unik itu menawarkan banyak warna dan orang-orang dari berbagai tempat berarti seperti surga bagi saya.

Vernazza yang berbentuk seperti croissant jika dilihat dari atas bukit memilki teluk kecil di mana pada musim panas ramai dipenuhi turis dan penduduk lokal. Anda juga bisa mendaki ke atas bukit dan berjalan menyebrang hingga ke desa terakhir Monterosso Al Mare. (naskah dan foto: Gyscha Rendy/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)