Mencari Sunset di Bukit Cinta

Road Trip Nekat Mengeksplorasi Selatan Indonesia (11)

11-Pagi di Labuan Bajo Beruntung sekali saya masih bisa menyeberang ke Flores. Jadwal penyeberangan antara tiga pulau ini memang tidak menentu, tidak seperti pulau sebelumnya yang sudah jelas kapan kapal akan berangkat dan berlabuh. Kapal pun akhirnya menyeberang setelah selesai dibersihkan dari perjalanan Sumba menuju Sumbawa.

Kondisi kapal begitu sepi sehingga beruntung sekali saya bisa beristirahat di atas kapal karena perjalanan akan menghabiskan waktu selama 6 jam hingga Pelabuhan Labuan Bajo. Menjelang waktu subuh saya sudah tiba di Labuan Baju dan kembali berkemas di atas kapal.

Sehari sebelumnya saya sudah janjian dengan kawan sependakian saat di Rinjani; kawan dari Bekasi dan dari Surabaya. Mereka hari itu akan menyeberang kembali ke Labuan Bajo setelah selesai melakukan sailing trip Pulau Komodo. Perut berdendang karena terakhir makan pada siang hari sebelumnya.Ternyata di sekitar pelabuhan banyak ibu-ibu menjajakan sarapan ringan seperti donat.

11-Petang Labuan BajoSambil menikmati matahari terbit dan obrolan ringan bersama ibu-ibu, saya putuskan saja untuk mencari pesinggahan sementara untuk beristirahat sambil menyusun rencana destinasi yang harus berubah karena penyeberangan harus menuju Flores terlebih dahulu. Mencari harga penginapan yang sesuai kebutuhan saya di Labuan Bajo itu sangat mudah, karena harga penginapan di sana tidak semahal di Sumbawa.

Setelah mencari dan survey 1-2 penginapan, mengetahui harga per malam untuk menginap, dan kondisi layak maka saya putuskan tidur di Rumah Makan Padang. Penginapan ini biasanya digunakan untuk masyarakat Flores yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Sape, maka harganya pun tidak semahal penginapan untuk turis.

Siang hari setelah mendapat kabar bahwa kawan dari Surabaya dan Bekasi sudah hadir, maka saya pun kembali berkumpul dan saya pun bertanya-tanya mengenai informasi untuk mengelilingi pulau-pulau di sekitar Pulau Komodo itu.

Selain mereka, saya dikenalkan seorang kawan baru. Pada ketiganya saya sebut mereka ‘trio Surabaya.’ Trio ini sama seperti saya, melakukan perjalanan road trip dengan menggunakan motor. Sepasang suami istri dan satu pria bujang siap melanjutkan perjalanannya sama seperti saya hingga Kelimutu. Puas beristirahat dan berbincang kami menuju spot sunset di sekitar Labuan Bajo, yang oleh masyarakat sana sering menyebutnya Bukit Cinta.

11-Habis Senja Labuan Bajo Dari bukit tersebut kentara indahnya panorama pelabuhan sederhana yang dipenuhi kapal kayu berukuran kecil hingga besar seperti Phinisi. Sungguh indah pemandangan dari sana ditambah pulau-pulau kecil di seberang Labuan Bajo dan gradasi warna bayangan saat matahari menuju peraduannya.

Setelah itu kami berpisah kembali. Saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan esok ke Wae Rebo dan mereka akan berkeliling sekitar Labuan Bajo lalu kembali ke arah barat menuju Lombok. Sedangkan Trio Surabaya melanjutkan mengeksplorasi Flores esok lusanya. (naskah dan foto: Geraldine Fakhmi Akbar/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)